Wednesday, 14 January 2015

Cinta dalam Bayangan

Teori payung-payungan dan segala hal tentang cinta-cintaan, yang sempet gue buat di beberapa postingan sebelumnya, tampaknya menuai banyak kehebohan di dunia percintaan Indonesia #halahlebay
 photo 40.gif  photo 40.gif  photo 40.gif
Bagi yang belum baca,
Postingannya Teori Payung Pertama, bisa dilihat di sini : (Aku Mencintaimu, Apa Kamu Juga? http://nadhira-arini.blogspot.de/2014/12/aku-mencintaimu-apa-kamu-juga.html )
Postingan Teori Payung Kedua, bisa dibaca di sini : (Di Bawah Payungmu, Aku Bernaung http://nadhira-arini.blogspot.de/2015/01/di-bawah-payungmu-aku-bernaung.html ) 
Postingan tentang seseorang yang hobinya nunggu, bisa di hayati di sini : (Apa yang Membuatmu Menungguku? http://nadhira-arini.blogspot.de/2015/01/apa-yang-membuatmu-menungguku.html )

Tapi sekarang, gue ga mau bahas tentang cinta yang saling kejar-kejaran atau cinta yang saling tunggu-tungguan tapi maksa. Maksudnya maksa itu, orang yang dia suka tau klo dia suka, tapi dia tetep ngotot ngejar-ngejar orang yang dia suka, meskipun udah di tolak (karakter orang kayak gini ada di postingan gue yang "Apa Yang Membuatmu Menungguku?"). 

Tapi kali ini gue mau membahas jenis cinta yang lain. Yaitu tentang, "Cinta yang Menjaga"

Tuesday, 6 January 2015

Apa yang Membuatmu Menungguku?

Jika aku boleh bertanya,
mengapa kau selalu berdiri di sana, menungguku tanpa banyak bicara?

Monday, 5 January 2015

Di Bawah Payungmu, Aku Bernaung

Di postingan sebelumnya gue sempet cerita bahwa cinta itu kadang-kadang seperti rantai makanan.
Yang A ngejar B, yang B ngejar C, yang C ngejar D. Ga ketemu-ketemu perasaannya.
Atau saling memayungi ke arah depan, tanpa kita menyadari bahwa kita juga dipayungi oleh orang lain dari belakang.