Sunday, 10 August 2014

Ia, yang Pandai Menanam :)

I have a little story...

Dua puluh dua tahun yang lalu, ketika gue baru lahir...
ada seorang pria yang sibuk sekali menanam.
Pria itu menanam suatu bibit yang ia harapkan tumbuh menjadi sesuatu yang indah.
Tak peduli panasnya sinar matahari, dinginnya cuaca di luar, basahnya air hujan yang mengguyur tubuhnya, ia sibuk menanam.

Satu bibit pilihannya, ia kasih ke gue ketika gue baru lahir dan pria itu mengajarkan gue gimana cara menanamnya masih sampai sekarang, di umur gue yang sudah dua puluh dua tahun...
Dua tahun kemudian setelah gue lahir, sang pria tersebut juga memberikan bibit pilihannya ke ade gue Asa yang baru lahir. Sama, ia mengajarkan cara menanam bibit itu ke ade gue masih sampai sekarang, di umurnya yang sekarang dua puluh tahun. 
Lalu melakukan hal yang sama. Memberikan bibit-bibit pilihannya ke ade gue yang lain, ke ade gue yang lain..
Mengajarkan dengan sabar cara menanamnya...
Menasihati dengan penuh kasih sayang ketika kami hampir gagal membuat bibit-bibit itu tumbuh indah..

Pria tersebut adalah ayah kami, Jamil Azzaini.
Bibit-bibit yang ia berikan kepada kami anak-anaknya adalah bibit-bibit karakter dan kepribadian yang di tanam di dasar hati kami yang paling dalam selama bertahun-tahun.

Ayah kami sibuk menanam bibit-bibit tersebut di hati kami, anak-anaknya.
Menunjukkan dan mengajarkan kepada gue dan ade gue Hana, agar bibit tersebut menjadi bunga yang unik dan memiliki mahkota bunga yang indah. Bibit bunga yang mengajarkan kami berdua agar kami menjadi wanita yang tangguh, yang suatu saat dapat melahirkan keturunan yang hebat.
Memberikan pupuk kandang yang terbaik dan air dingin yang di dapat dari mata air yang terjenih agar bibit-bibit kepemimpinan tumbuh di dasar hati ketiga adik laki-laki gue.
Menumbuhkan akar-akar kuat di hati kami, bahwa segala sesuatu yang kami lakukan harus dasar karena Allah bukan karena yang lain.

Bagi gue, semua ayah bertugas menanam bibit untuk anak-anaknya.
Masalah bibit tersebut menjadi bunga atau pohon apa, itu tergantung bagaimana sang ayah memberikan bibit macam apa kepada anak-anaknya. Ga cukup cuma memberikan bibit, sang ayah juga harus mengajarkan dan mencontohkan anak-anaknya bagaimana agar bibit tersebut tumbuh seharusnya.

Our Dad, Our Hero...
Ayah kami, Jagoan kami
Petani bibit handal, yang menanam bibit-bibit luar biasa di hati kami, anak-anaknya.
Kemarin, Jagoan kami ini ulang tahun yang ke-46.
Biarpun bertambah usia, ayah kami ini makin oke, senyum lebar khasnya semakin menawan, kata-katanya semakin menyejukan, candaannya selalu menyenangkan :)

Di ulang tahun bapak yang ke-46,
Ade gue Izzan, buat video untuk bapak..
 
Some people don't believes in hero, but they haven't meet our dad...
He's the real hero, everyone.. :)
Setidaknya untuk kami, anak-anaknya..
"HAPPY BIRTHDAY, BAPAAAKK..
We Love Youuu!!"
 photo m032.gif  photo m032.gif  photo m032.gif

14 comments:

  1. Waw selamat ulangtaun pakde semoga kebahagiaanmu selalu menjadi para kebanggaanmu yg hebat yg doa2nya terus mengalir mengantarmu k surgaNya..mb dhira,tulisanmu selalu hebat,tante tunggu selalu yaaaaaa

    ReplyDelete
  2. Wuidih si Kangke dah komen duluan... Waaaaa mama gabisa komen sibuk berlinang air mata bacanya. Betul sayang bapakmu emang bapak paling oke sedunia... Jadi gasalah yak mama milih pak Jamil Azzaini jadi bapakmu,hehehe...

    ReplyDelete
  3. Like always Tulisan Dhira "kuat" banget. Karena keluar dr dalam hatinya...makasi udh share ya. ur father is also our hero. Ia juga bahkan menanamkan bibit baiknya untuk Indonesia. Strong Hero really really comes from home

    ReplyDelete
  4. Selamat ulang tahun buat Papa-nya :)


    http://msmahadewi.com

    ReplyDelete
  5. Subhanallah terharu membacanya...
    Selamat ulang tahun kakek Jamil Azzaini :)

    ReplyDelete
  6. saya ikut berlinang air mata membaca tulisan dhira. salam buat babeh jamil yaahh....

    ReplyDelete
  7. wahhh so sweet mbak dhira kereeenn semua sayang ayah....

    ReplyDelete
  8. Selamat Ulang tahun Untuk pak Jamil, dan selamat yah Tuhan telah menganugerahi Mb Dhira dgn Ayah sehebat beliau

    ReplyDelete
  9. Salam kenal Mbak Dhira...
    Bagus tulisannya... Sy tahu blog bermula dari membaca bukunya Kek Jamil Azzini yg judulnya "ON" :)

    ReplyDelete
  10. Salam kenal Mbak Dhira...
    Bagus tulisannya... Sy tahu
    blog ini bermula dari membaca
    bukunya Kek Jamil Azzini yg
    judulnya "ON" :)

    ReplyDelete
  11. Subhanallah.. kece... kalian yang kece maksud saya... Bapak, Ibu, dan anak-anak yang kece , :)
    #salutdeh. :)
    dari penggemar blognya nadhira arini :)
    http://ainnurwindasari.blogspot.com/

    ReplyDelete
  12. kerennnn. Barakallah fi umrik Ayah Jamil ^_^

    ReplyDelete