Friday, 23 June 2017

Penang, I'm COMIINGG!

Jadi, pengalaman Bulan Ramadhan tahun ini, gue dan empat temen gue sesama penulis memutuskan untuk backpackeran ke Kuala Lumpur selama beberapa hari dengan tujuan pengen ngerasain puasa di sana. Niat awalnya yang cuma penasaran sama negara tetangga ini, malah berhasil menimbulkan kesan yang mendalam di hati gue setelah balik lagi ke Indonesia. Ternyata oh ternyata! Malaysia itu lebih indah dari yang gue dan temen-temen gue bayangkan, permirsaa! haha

So, ga puas rasanya, cuma muter-muter selama beberapa hari di Kuala Lumpur. Gue jadi kepikiran pengen jalan-jalan ke Malaysia lagi, doong. Kali ini, rencananya pengen banget travelling bareng keluarga. Tapi berhubung gue udah pernah muter-muter di ibukota Malaysia, gue jadi pengen ajak keluarga gue ke sisi lain daerah wisata Malaysia lainnya. Daann, ntah kenapa yang muncul di kepala gue justru ke Penang!

Saturday, 29 April 2017

Berdoa Dengan Cara yang Indah

Doa-doa kita sebenarnya sudah dikabulkan oleh-Nya.
Tapi kita terlalu fokus dalam kubangan luka,
sehingga tak menyadari bahwa doa-doa kita sebenarnya sudah dijawab oleh-Nya.

Aku pernah membaca sebuah cerita. Seorang ahli ibadah berdoa kepada Allah untuk dikaruniai dua potong roti, segelas susu dan segelas air tanpa harus bekerja setiap harinya. Sehingga, dengan begitu ia dapat beribadah kepada Allah tanpa harus lelah bekerja. Maka, Allah kabulkan do’anya dengan cara yang tak disangka-sangka; tiba-tiba ia difitnah sangat kejam sehingga pada akhirnya ia harus diseret ke penjara. Selama di penjara, ia diberi makan dua potong roti, segelas susu dan segelas air tanpa ia harus lelah bekerja. Allah kabulkan doanya persis seperti yang ia pinta. Seharusnya seperti harapannya, ia dapat beribadah dengan khusyu’. Tapi apa yang terjadi? Ia justru meratapi nasibnya yang sungguh merana. Ia tidak dapat melihat, bahwa doanya sebenarnya sudah dikabulkan oleh-Nya.

Sunday, 19 March 2017

Musikalisasi Puisi - Runtuhnya Kota Jakarta

Ini adalah Project Musikalisasi Puisi yang dikerjakan bersama-sama, berawal dari kepedulian kita akan kesejahteraan Kota Jakarta tercinta.

Note : Disarankan mendengarnya menggunakan headset/earphone agar lebih menyentuh hati :)


YOUTUBE :

SOUNDCLOUD :


Puisi : Nadhira Arini (@nadhiraarini)
Suara : Insany C Kamil (@brightsunn)
Musik : Mahmuda Rizaldi (@mahmudarizaldi_) 
Illustrator : Fitri Nurul Syahidah (@fithrinusya)


Saturday, 11 March 2017

Akankah Kota Jakarta Menjadi Kota Granada?

Akhir-akhir ini aku merenung sangat lama. Melihat begitu banyak gelombang sahabat seiman yang berjuang untuk tegaknya kemuliaan Islam, melihat dengan mata kepala sendiri begitu banyak sahabat-sahabatku yang memperjuangkan terpilihnya pemimpin muslim. Lalu hati kecilku menjerit dalam hati, ‘Sudah sampai mana perjuanganmu?’

Hari ini, di sepertiga malam terakhir, aku menangis karena merasa belum melakukan apapun. Belum melakukan apapun untuk memperjuangkan tegaknya kemuliaan Islam. Masih tidak terlalu tergerak hatinya ketika Al-Qur’an dihina, masih terlalu banyak diam ketika seorang penista agama, seorang terdakwa, seorang yang perkataan dan perbuatannya tidak menunjukkan sedikitpun karakter pemimpin—mendeklarasikan ambisinya untuk memimpin ibukota Indonesia, menjadi pemimpin bagi umat Islam yang ada di sana.

Thursday, 2 March 2017

Doa di Musim Semi

(Volkert Family 17, dari sudut pandang sepupuku yang sedang berusaha menyembuhkan luka hatinya)

Baca ini dulu sebelum melanjutkan (klik link) ~> Volkert Family Trees & Sinopsis Cerita

Genre : Romance, Tragedy
Sinopsis : Kejadian ini terjadi ketika yang hancur lebur, terobati dan segala yang patah, tumbuh kembali.

Word Count : 814/1000

Kröpcke, Pusat Kota Hannover di pagi hari.

Hari ini aku berjalan keluar dari rumah untuk pertama kalinya setelah selama Musim Dingin yang berat, aku berdiam diri di kamarku yang dingin. Pemanas dalam kamar selama penyiksaan Musim Dingin sengaja tidak aku nyalakan. Bukan untuk menyiksa diri, cuaca di luar terlalu ekstrim sementara sebagian waktuku aku habiskan memulihkan diri di dalam kamar. Jika terlalu lama terpengaruh hangatnya mesin pemanas, kulitku semakin kering. Jadi, aku lebih memutuskan untuk berdiam dalam dinginnya udara yang mencekam. Menurutku sudah cukup hangat, setelah ibuku membantuku mengganti selimut dengan selimut Musim Dingin yang sangat tebal segala kaus kaki winter dan pakaian yang berbahan dasar wol. 

Monday, 6 February 2017

Akhirnya, Aku Menemukanmu

(Volkert Family 16, dari sudut pandang puteri kedua Vincent Volkert)

Baca ini dulu sebelum melanjutkan (klik link) ~> Volkert Family Trees & Sinopsis Cerita

Genre : Romance, Tragedy
Sinopsis : Diantara seluruh wanita yang aku amati dalam diam, ialah satu-satunya wanita yang bersinar teduh diantara para wanita lainnya.

Word Count : 973/1500

“Bagaimana ia bersikap seaanggun dan seelegan itu di tengah-tengah luka hatinya yang menganga?” Seorang wanita bertanya kepada wanita lainnya sembari memandang dari jauh seorang wanita yang sedang berdiri seorang diri di depan jendela. Hari ini hujan lebat di luar sana menghempas keras jutaan air di jendela besar bangunan ini. 

Aku hanya memperhatikan obrolan para wanita itu dari jauh. Sungguh, aku sebenarnya tidak terlalu mengenal siapa wanita-wanita yang sedang bergosip ini. Tetapi, aku amat sangat penasaran sekarang. Karena sejak pertama kali aku bertemu dengan wanita yang sedang berdiri di depan jendela ini beberapa bulan yang lalu, rasa penasaranku selalu muncul tanpa sebab. Wanita ini memiliki aura teduh yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ntah sesuatu dalam dirinya tampaknya menyimpan banyak hal, yang mungkin jika aku tahu—aku bisa banyak belajar darinya.

Wednesday, 25 January 2017

[NadhiraArini Beauty Corner] - Alverde & 3 Produk Ajaibnya

Hari ini, gue mau review benda ajaib yang akhirnya mencerahkan kehidupan kulit gue ahahaha #plisdhirlebay Eh tapi bener loh, kulit muka gue ini itu paling aneh sejagad raya. Dulu, dikasih kosmetik muka apapun menimbulkan reaksi alergi yang bikin gamau keluar rumah karena langsung bental-bentol merah.
 photo m147.gif photo m147.gif photo m147.gif
Pake masker madu, bentol.
Pake masker jeruk, kulit jadi panas.
Pake pelembab A, merah-merah.
Pake pelembab B, kulit kering kerontang.

Beuh, sampe benda paling aman buat bersiin muka sama melembabkan kulit itu, produk bayi doang. Jadi sampe sekarang gue belom berani cuci muka pake sabun lain selain sabun bayi haha. Tapi, oke lah kalau sabun muka gapapa pake sabun bayi. Tapi sebagai wanita, gue paling seneng maskeran, serius HAHA. Dulu selama gue di Jerman, kerjaannya berlama-lama di toko namanya DM (klo di Indo mungkin semacam Guardian atau Watson gitu), cuma buat milih masker dan kadang udah siap nanggung resiko kalau kulit ga cocok #capedeeeh
 photo 43.gif photo 43.gif photo 43.gif>