Wednesday, 7 November 2018

Hujan & Doa


Genre : Tragedy, Romance
Sinopsis : Aku baru tahu, bahwa berkah hujan sebegini hebatnya.

Word Count : 666/700

Hujan ini memaksaku untuk berteduh di cafè ini. Aku duduk di kursi tinggi dalam cafè ini, berhadap-hadapan dengan jendela besar yg memberikan tontonan gratis berupa hujan besar di luar sana. Sembari menatap langit yang kelabu dan menyesap teh rasa Chamomile kesukaanku, aku berdoa kepada Tuhanku yg Maha Kuasa untuk dibukakan pintu jodoh seluas-luasnya. 

Ini sudah berbulan-bulan lamanya semenjak aku sudah selesai dengan trauma masa laluku. Sudah lama juga aku mulai membuka hati lagi. Tetapi tanda-tanda kehadiran sosok pendaping hidup belum nampak juga di depan mata. Aku pasrah ya Allah, aku ikhlas. Mohon pilihkan pria yang terbaik untukku, please.

Saturday, 18 August 2018

Mencari Kebahagiaan


Instastories hari ini di Instagram, sesungguhnya cerita dari pengalamanku sendiri yg kemarin habis menangis di pangkuan mama karena bingung akan emosi-emosi negatif yg tiba-tiba datang bertubi-tubi. Ntah ini jenis emosi negatif apa, aku juga bingung sendiri. Saking bingungnya sampai nangis karena tidak paham kenapa. Mamaku sesungguhnya tahu bahwa puteri pertamanya ini sudah tahu atas jawaban kegundahannya. Hanya butuh dikuatkan saja.

Aku-bukan-malaikat. Aku manusia biasa yg pasti merasakan rasa frustasi, sedih, cemas dan emosi negatif lainnya. Terkadang, jika emosi negatif itu datang bertubi-tubi sampai berhasil membuatku bingung harus berbuat apa lagi sampai kondisiku lebih baik. Sudah tidak terhitung banyaknya tulisan yang aku buat untuk melatih diri percaya kepada Allah itu, maka Allah memang selalu mengujiku dengan tema yang sama : Bagaimana caranya mempertahankan keyakinan untuk selalu percaya dengan Allah?

Thursday, 22 February 2018

Mimpi yang Mengalir Mencari Jalan


Namanya Air Terjun Triberg. Air terjun tertinggi di Jerman yang terletak di tengah Hutan Hitam. Black forest biasanya hutan itu dikenal. Air terjun ini mempesona. Terlindung di antara pohon-pohon tinggi Hutan Hitam. Seolah sang hutan bertindak protektif, tidak ingin keindahan sungainya terusik pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Air terjun ini tinggi sekali tapi tidak terkesan angkuh. Ia mengalirkan air-airnya secara perlahan, tidak kasar, tidak menyakiti makhluk hidup yang mencoba berdiri di bawahnya. Airnya di alirkan secara anggun melewati tujuh tingkat jeram yang bergerak mengikuti alur sungai ke arah bawah meliuk membentuk sungai kecil yang memukau siapa saja yang melihatnya.

Wednesday, 17 January 2018

Mengetuk Pintu Langit dengan Doa

Beberapa hari yang lalu, ketika aku membuat pengumuman di Instastory bahwa aku ingin mendoakan orang lain setiap hari, mungkin banyak dari kalian yang bertanya-tanya, “Kak Dhira pede banget, yakin banget doanya dikabulin sama Allah. Kak Dhira ga takut apa doanya ga dikabukan sama Allah karena banyak dosa? Kok malah doain orang lain, sih? Aneh betul.”

Kalian tahu, jawabanku sederhana, “Justru karena aku merasa banyak dosa, makanya aku memutuskan untuk mendoakan orang lain. Siapa tahu, dengan mendoakan banyak orang, dosaku yang banyak itu runtuh dan Allah ampuni dosa-dosaku yang menggunung itu.”

Tuesday, 21 November 2017

The Power of Tears

Volkert Family 18, dari sudut pandang : Itu...wanita yang membuat hati sepupuku yang dingin luluh lantak mencair di buatnya haha

Baca ini dulu sebelum melanjutkan (klik link) ~> Volkert Family & Sinopsis Cerita

Genre : Tragedy, Romance
Sinopsis : Air mata itu turun, dan keyakinan itu muncul sangat kuat di dalam hatinya.

Word Count : 1613 / 2000

Siang ini, awan gelap kembali datang. Sudah enam bulan lamanya, salju tidak ingin beranjak pergi dari kota ini. Angin dingin menyapaku setiap hari, berhasil menusuk hatiku yang masih basah oleh luka yang kembali terbuka. Memori buruk itu sering sekali datang tanpa diundang, memudarkan senyuman yang sedang berusaha aku kembangkan. Tidak ada seorangpun yang memahami betapa sakitnya rasa ini, semua temanku sibuk mempublikasikan kemesraannya bersama pasangan hidupnya dalam media sosialnya hampir setiap hari secara bergantian, satu persatu dari mereka menikah, melahirkan anak-anak yang manis, sedangkan aku sebaliknya. Lukaku terlalu dalam, menyembuhkan luka ini satu persatu sungguh butuh perjuangan. Aku tahu, jalan satu-satunya agar aku sembuh adalah dengan hadirnya pria baru dalam hidupku yang mampu mengganti memori buruk masa lalu, dan merubahnya menjadi indah. Pintu hatiku sudah terbuka lama, tetapi belum ada yang mampu mengisinya. Sepi. Hanya aku dan Allah penghuninya.

Tuesday, 24 October 2017

Ketika Ingin Membaca (lagi)


Jadi ceritanya, sudah bertahun-tahun minat baca gue semakin menurun drastis. Sudah bertahun-tahun juga gue bingung, kenapa gue jadi ga suka baca. Awal-awal peralihan, gue bingung kenapa gue jadi ga suka baca. Kerjaan gue cuma ke toko buku, beli buku banyak, tapi berujung ga dibaca ketika sampai di rumah. Akhirnya lama-lama, kebiasaan gue beli buku di toko buku ini, berkurang karena gue sadar betul kalau buku-buku itu ga akan gue baca. Jadi daripada uang terbuang percuma dan di akhirat ditanya Allah ketika para buku yang gue beli ini menangis ngadu sama Allah karena selama di dunia gue anggurin gitu aja ga dibaca, jadinya gue beneran berhenti beli buku. Daripada gue ga bisa mempertanggungjawabkan kelakuan minus gue ini di akhirat, mendingan ga usah nambah-nambah buku lagi sama sekali.

Sunday, 10 September 2017

Hadiah Indah dari Allah

Beberapa bulan terakhir bukanlah merupakan bulan-bulan yang mudah untuk dilewati oleh aku dan seluruh keluarga besarku. Masalah yang kami hadapi bukanlah masalah yang menyenangkan, bukan masalah yang mudah untuk diselesaikan dan bukanlah masalah yang mudah untuk kami lalui.

Jika kehidupan kami tidaklah berdasarkan hukum yang Allah buatkan sebagai pedoman hidup, mungkin kami sudah kehilangan arah, tidak bisa bersikap tenang, melakukan tindakan-tindakan yang sungguh di luar karakter manusia yang memiliki akal untuk berfikir.

Tetapi betapa beruntungnya aku, Allah berikan hadiah berupa seorang Ayah sebagai kepala keluarga yang memiliki karakter luar biasa tenang dalam menghadapi segala hal. Aku tahu, ayahku adalah orang yang paling terluka atas kejadian ini. Tapi di tengah luka-luka menganga yang menimpa, sikap Ayahku yang tenang, yang selalu bertahan untuk terus percaya atas semua takdir yang Allah berikan, membuat kami sekeluarga menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi ujian ini. Ayahku ajarkan kepada setiap anggota keluarga untuk tetap bertahan, tetap berdiri tegak untuk percaya bahwa rencana Allah pasti selalu yang terbaik. Tidak peduli betapa menyakitkan rasanya, Allah pasti menyimpan sebuah hadiah besar selama kami semua bersabar. Akhirnya kami semua belajar menjadi pribadi yang selalu bergerak dalam koridor agama karena peran Ayahku sebagai kepala keluarga yang tak pernah berhenti menanamkan nilai-nilai itu kepada kami semua.