Saturday, 11 March 2017

Akankah Kota Jakarta Menjadi Kota Granada?

Akhir-akhir ini aku merenung sangat lama. Melihat begitu banyak gelombang sahabat seiman yang berjuang untuk tegaknya kemuliaan Islam, melihat dengan mata kepala sendiri begitu banyak sahabat-sahabatku yang memperjuangkan terpilihnya pemimpin muslim. Lalu hati kecilku menjerit dalam hati, ‘Sudah sampai mana perjuanganmu?’

Hari ini, di sepertiga malam terakhir, aku menangis karena merasa belum melakukan apapun. Belum melakukan apapun untuk memperjuangkan tegaknya kemuliaan Islam. Masih tidak terlalu tergerak hatinya ketika Al-Qur’an dihina, masih terlalu banyak diam ketika seorang penista agama, seorang terdakwa, seorang yang perkataan dan perbuatannya tidak menunjukkan sedikitpun karakter pemimpin—mendeklarasikan ambisinya untuk memimpin ibukota Indonesia, menjadi pemimpin bagi umat Islam yang ada di sana.

Thursday, 2 March 2017

Doa di Musim Semi

(Volkert Family 17, dari sudut pandang sepupuku yang sedang berusaha menyembuhkan luka hatinya)

Baca ini dulu sebelum melanjutkan (klik link) ~> Volkert Family Trees & Sinopsis Cerita

Genre : Romance, Tragedy
Sinopsis : Kejadian ini terjadi ketika yang hancur lebur, terobati dan segala yang patah, tumbuh kembali.

Word Count : 814/1000

Kröpcke, Pusat Kota Hannover di pagi hari.

Hari ini aku berjalan keluar dari rumah untuk pertama kalinya setelah selama Musim Dingin yang berat, aku berdiam diri di kamarku yang dingin. Pemanas dalam kamar selama penyiksaan Musim Dingin sengaja tidak aku nyalakan. Bukan untuk menyiksa diri, cuaca di luar terlalu ekstrim sementara sebagian waktuku aku habiskan memulihkan diri di dalam kamar. Jika terlalu lama terpengaruh hangatnya mesin pemanas, kulitku semakin kering. Jadi, aku lebih memutuskan untuk berdiam dalam dinginnya udara yang mencekam. Menurutku sudah cukup hangat, setelah ibuku membantuku mengganti selimut dengan selimut Musim Dingin yang sangat tebal segala kaus kaki winter dan pakaian yang berbahan dasar wol. 

Monday, 6 February 2017

Akhirnya, Aku Menemukanmu

(Volkert Family 16, dari sudut pandang puteri kedua Vincent Volkert)

Baca ini dulu sebelum melanjutkan (klik link) ~> Volkert Family Trees & Sinopsis Cerita

Genre : Romance, Tragedy
Sinopsis : Diantara seluruh wanita yang aku amati dalam diam, ialah satu-satunya wanita yang bersinar teduh diantara para wanita lainnya.

Word Count : 973/1500

“Bagaimana ia bersikap seaanggun dan seelegan itu di tengah-tengah luka hatinya yang menganga?” Seorang wanita bertanya kepada wanita lainnya sembari memandang dari jauh seorang wanita yang sedang berdiri seorang diri di depan jendela. Hari ini hujan lebat di luar sana menghempas keras jutaan air di jendela besar bangunan ini. 

Aku hanya memperhatikan obrolan para wanita itu dari jauh. Sungguh, aku sebenarnya tidak terlalu mengenal siapa wanita-wanita yang sedang bergosip ini. Tetapi, aku amat sangat penasaran sekarang. Karena sejak pertama kali aku bertemu dengan wanita yang sedang berdiri di depan jendela ini beberapa bulan yang lalu, rasa penasaranku selalu muncul tanpa sebab. Wanita ini memiliki aura teduh yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ntah sesuatu dalam dirinya tampaknya menyimpan banyak hal, yang mungkin jika aku tahu—aku bisa banyak belajar darinya.

Wednesday, 25 January 2017

[NadhiraArini Beauty Corner] - Alverde & 3 Produk Ajaibnya

Hari ini, gue mau review benda ajaib yang akhirnya mencerahkan kehidupan kulit gue ahahaha #plisdhirlebay Eh tapi bener loh, kulit muka gue ini itu paling aneh sejagad raya. Dulu, dikasih kosmetik muka apapun menimbulkan reaksi alergi yang bikin gamau keluar rumah karena langsung bental-bentol merah.
 photo m147.gif photo m147.gif photo m147.gif
Pake masker madu, bentol.
Pake masker jeruk, kulit jadi panas.
Pake pelembab A, merah-merah.
Pake pelembab B, kulit kering kerontang.

Beuh, sampe benda paling aman buat bersiin muka sama melembabkan kulit itu, produk bayi doang. Jadi sampe sekarang gue belom berani cuci muka pake sabun lain selain sabun bayi haha. Tapi, oke lah kalau sabun muka gapapa pake sabun bayi. Tapi sebagai wanita, gue paling seneng maskeran, serius HAHA. Dulu selama gue di Jerman, kerjaannya berlama-lama di toko namanya DM (klo di Indo mungkin semacam Guardian atau Watson gitu), cuma buat milih masker dan kadang udah siap nanggung resiko kalau kulit ga cocok #capedeeeh
 photo 43.gif photo 43.gif photo 43.gif>

Sunday, 15 January 2017

Puisi Para Wanita Syiria : 'Syria's Story'

Tak kuasa menahan tangis, setiap kali membaca berita mengenai saudara seiman kita di Aleppo. Apalah aku, tidak bisa melakukan apapun selain doa yang tak pernah putus untuk mereka. 

Betapa hati ini meronta-ronta, melihat wanita-wanita di sana dihina kehormatannya, dihancurkan masa depannya, dilukai segala hal yang ada pada dirinya. 

Ya Allah, yang cahaya-Nya tidak pernah redup. Tuhan sang pemilik langit, bumi, kerajaan, raja beserta semua yang ada di dunia, yang Maha Mendengar rintihan hamba-Mu yang tak hentinya berdoa, “Tolonglah saudara-saudaraku di sana. Kuatkanlah terus hati mereka dengan cahaya iman yang tidak pernah padam. Berikanlah tempat bagi mereka di Surga-Mu yang indahnya tak terkira dan jadikanlah para wanita-wanita di sana para bidadari surga yang sangat jelita rupanya, bercahaya wajahnya bak bintang-bintang di langit dan mempesona seperti permata yang berkilauan.”

Dan puisi ini aku persembahkan untuk para calon bidadari surga di Aleppo. Semoga Allah, selalu menjagamu…

Tuesday, 29 November 2016

Make Up-ku, Di Hari Pernikahanku~

“Karena make-upmu pada saat menikah itu bukan tentang ratu sehari,
tetapi bagaimana dirimu tetap menjaga supaya tetap terlihat sederhana, 
anggun dan tampak sama dengan tamu yang hadir.”

Ini adalah keputusanku ketika menyiapkan pernikahan yang hanya dalam kurun waktu satu bulan lebih beberapa minggu saja. Aku dilamar secara resmi pada tanggal 23 Juli 2016 dan kedua belah pihak keluarga sepakat untuk melaksanakan pernikahan pada tanggal 10 September 2016.

Dalam menyusun konsep pernikahan impianku yang memang mau serba simple, sederhana, ga terlalu bling-bling penuh hiasan di dekorasinya, make up juga maunya terlihat natural ga bikin pangling dan gamau terlihat tebal sampai kayak topeng—lumayan juga usaha nyari vendornya.
 photo m037.gif photo m037.gif photo m037.gif

Sunday, 20 November 2016

Di dalam Pelukannya

“Tiba-tiba angin lembut datang mengusir mimpi buruk yang mulai berdatangan— 
mimpiku tenang kembali.”


Aku terbangun, sebuah tangan besar yang kuat mengelusku pelan dan sepasang mata yang menenangkan menatapku khawatir. Keningnya berkerut, “Tidurmu gelisah, ada apa?”

Aku mencoba menatapnya diantara ruangan kamar yang hampir gelap, “Daritadi meluknya?” Tanyaku serak.

Ia masih menatapku selama beberapa saat kemudian menggeleng, “Barusan.”
Aku tersenyum, “Ah, rupanya ia sang angin lembut itu.”