Sunday, 15 January 2017

Puisi Para Wanita Syiria : 'Syria's Story'

Tak kuasa menahan tangis, setiap kali membaca berita mengenai saudara seiman kita di Aleppo. Apalah aku, tidak bisa melakukan apapun selain doa yang tak pernah putus untuk mereka. 

Betapa hati ini meronta-ronta, melihat wanita-wanita di sana dihina kehormatannya, dihancurkan masa depannya, dilukai segala hal yang ada pada dirinya. 

Ya Allah, yang cahaya-Nya tidak pernah redup. Tuhan sang pemilik langit, bumi, kerajaan, raja beserta semua yang ada di dunia, yang Maha Mendengar rintihan hamba-Mu yang tak hentinya berdoa, “Tolonglah saudara-saudaraku di sana. Kuatkanlah terus hati mereka dengan cahaya iman yang tidak pernah padam. Berikanlah tempat bagi mereka di Surga-Mu yang indahnya tak terkira dan jadikanlah para wanita-wanita di sana para bidadari surga yang sangat jelita rupanya, bercahaya wajahnya bak bintang-bintang di langit dan mempesona seperti permata yang berkilauan.”

Dan puisi ini aku persembahkan untuk para calon bidadari surga di Aleppo. Semoga Allah, selalu menjagamu…

Note : Disarankan mendengarnya pakai headset/earphone. 
Supaya lebih menghayati hehe

YOUTUBE

SOUNDCLOUD
Puisi : Nadhira Arini (@nadhiraarini)
Suara : Insany Camilia Kamil (@brightsunn)
Illustrator : Fitri Nurul Syahidah (@fithrinusya)

"Aku Ingin Bercerita Kepadamu, Nona"


Nona di belahan dunia sana, 
setiap hari mendengar musik indah katanya, ya?
Aku juga setiap hari mendengar musik...
Musik bom-bom dan tembakan peluru di seluruh penjuru rumahku.
Musiknya punya dampak hebat, tidak hanya menggetarkan telinga,
rumahku juga ikut bergetar ketika musik itu menyala.
Bahkan ikut hancur karenanya.



Nona dibelahan dunia sana,

aku boleh bercerita?
Hari ini aku menangis.
Masjid kesayanganku di bom habis.
Sisa kertas-kertas Al-Qur'an yang ada di sana, berterbangan tertiup angin. Ingin sekali kukumpulkan semua serpihannya, 
agar menjadi Al-Qur'an yang utuh kembali...
Tapi terlalu banyak, nona..
tangan rapuh ini tak mampu mengumpulkan semuanya.
Sakit hati ini melihatnya.
Sisa-sisa Al Qur'an yang tersisa,
diinjak-injak oleh lelaki tak berhati nurani di sana.
Jahat sekali mereka.
Tolong katakan kepadaku, aku harus berbuat apa?

Nona dibelahan dunia sana, 
yang punya beraneka macam hiburan..
Di sini, tidak ada hiburan yang menyenangkan, nona. 
Aku tersiksa, puluhan wanita lain disiksa, dihina kehormatannya. 
Ingin rasanya aku mati saja, tapi aku tahu itu berdosa.

Nona dibelahan dunia sana,
di saat aku sedang sedih sendiri,
sempat terbesit di pikiranku sekilas...hanya sekilas,
"Maukah nona, bertukar tempat denganku di sini? 
Sebentar saja...sebentar saja.."

2 comments:

  1. Mba Dhira, serial volkert family nya gak ada kelanjutannya lagi ya ???

    ReplyDelete