Monday, 15 December 2014

Aku Mencintaimu, Apa Kamu Juga?

"Bila ada sesuatu yang tak pernah terungkapkan, mungkin itu adalah perasaan."
-Kurniawan Gunadi

Lebih tepatnya perasaan tentang cinta. Sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Kebanyakan orang malah lebih memendam rasa sekian lama tanpa berusaha untuk mengungkapkannya.

Cinta dalam diam dan dikubur di dasar hati yang paling dalam.
Tahu itu menyakitkan. Tapi tetap ditahan,
Gue juga sering gitu. Lebih sering memendam rasa. Jadinya heboh sendiri.

Gue sibuk menduga-duga apakah perasaannya sama dengan perasaan gue.
Menimbang-nimbang apakah dia itu suami-able dan gue itu istri-able buatnya?
Hanya berdiri ditempat ketika tahu dia kayaknya sudah punya calon lain dan memilih mundur perlahan.
Sibuk mempertanyakan cintanya buat gue ketika dia lebih menyerahkan pilihan calon istri ke ibunya ketimbang pilihan sendiri.

"Apakah cinta itu akan datang seiring berjalannya waktu ketika ibunya meminta dia untuk memilih gue sebagai istrinya, sementara dia sebenarnya inginnya menikah dengan wanita lain?"
-Gue punya kenalan, nikah selama 15 tahun. Tapi dia ga pernah sedetikpun cinta dengan suaminya. Sang suami dulu datang ketika dia sedang patah hati luar biasa dengan orang lain. Kenalan gue itu hanya bilang, bahwa suaminya itu baik. Itu aja. Sekarang mereka cerai.

Dan keraguan itupun muncul kembali.

Mencintai hanya satu arah itu melelahkan. 
Gue tahu lelahnya, karena sering ada di posisi ini.
Kenapa ketika gue suka sama seseorang, dia ga suka gue balik?
dan ketika ada yang suka sama gue, gue ga suka sama dia?


Cinta itu kadang-kadang seperti rantai makanan klo nyokap gue bilang.
Yang A ngejar B, yang B ngejar C, yang C ngejar D. Ga ketemu-ketemu perasaannya.
Saling kejar-kejaran. Padahal klo salah satu berhenti dan berbalik arah, gayung bersambut, cinta pun saling tepuk tangan, ga nepuk angin lagi.

Syaratnya cuma satu : berbalik arah, jangan cuma berjalan mundur ke belakang. 
Berbalik, buka pintu hatimu untuk orang lain, siapapun itu. 
Dan kamu akan lihat, siapa orang yang sedang menunggumu dengan setia 'persis' di belakangmu :).

Tapi kebanyakan orang ga mau berbalik arah.
Membiarkan rasa sakitnya itu menyiksa dan merajalela di dalam hati.
Begitulah cinta. Susah ditebak alurnya. Deritanya tiada akhir katanya.

Sehingga kalimat yang sama terus berputar di pikiran gue dan kalian yang juga merasakan hal yang sama kayak gue. Bagaikan radio rusak yang ga bisa dimatikan dan terus memutar kata-kata yang sama :

"Aku mencintaimu, tapi sepertinya kamu tidak."

Padahal mungkin sebenarnya, seseorang yang kita cintai itu juga membisikkan hal yang sama ketika memperhatikan kita dari jarak jauh :

"Aku mencintaimu, tapi sepertinya kamu tidak."

Begitulah resiko dari "Cinta Dalam Diam". Sibuk menerka-nerka perasaan orang yang kita cinta, tanpa berani bertanya langsung memastikan.

Sampai akhirnya gue setuju sama tulisannya Mas Gun yang ini : http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/66119848566/tulisan-dengan-siapa
Ditulisannya dia bilang, ketika ditanya ingin menikah dengan siapa, ada hal yang menurutnya penting dan tanpa disadari penting juga menurut gue.

Ada dua hal. Yang paling indah kalau dua-duanya gue dapetin. Tapi kalau hanya satu, itu juga sudah cukup. Dan pastinya gue berdoa supaya dapet dua-duanya hehe. Aamiin.

Pertama, gue akan menikah dengan orang yang gue "cintai" dan  dia juga "cinta" sama gue.
Sama kayak Mas Gun yang mutusin ga pacaran, gue juga nggak. 
Dibayangan gue yang ga pernah pacaran, yang ga pernah menjalin hubungan sebelumnya dengan orang lain, menikah dengan seseorang yang membalas cinta gue itu adalah suatu kebahagiaan yang luar biasa tak terkira. Ga ada campur tangan orang lain yang memaksa. Cintanya datang tulus dari hatinya yang terdalam. Mencintai pria sholih dan ternyata dia juga merasakan hal yang sama.
Atau sebaliknya, pria itu datang menyatakan cintanya yang tulus ke gue dan gue juga merasakan hal yang sama pula. Sebuah pernikahan indah yang dilandasi cinta dari kedua belah pihak. Ga ada yang capek sendiri. Dua-duanya sama-sama bahagia.
Pernikahan yang didamba semua umat manusia di dunia. Bahkan yang sudah pacaran sekalipun.

Kedua, gue akan menikah dengan pria yang membuat gue "tenang."
Lagi-lagi gue setuju dengan tulisannya Mas Gun.
Ketika ada pria baik-baik datang ke gue dan menyatakan keseriusannya, kalau memang rasa cinta itu belum juga terasa, memilih pria yang bisa bikin gue "tenang" itu sudah lebih dari cukup. Karena rasa tenang itu, pasti akan menumbuhkan cinta setelah pernikahan. 
Memilih lelaki yang bisa bikin hati gue tenang, In Syaa Allah bisa menumbuhkan cinta di dalam hati :) 

Gue gamau nikah sama orang yang bikin gue bingung, gelisah karena sibuk mempertanyakan cintanya, atau lelaki yang bikin gue curiga dan ujung-ujungnya jadi marah-marah. 
Setiap orang pasti mendambakan ketenangan. Dengan memilih pria yang bisa membuat gue tenang, hilang sudah rasa khawatir yang terus-terusan muncul.

Ketika terlalu banyak pertanyaan yang muncul di kepala gue tentang dia, "Dia bakalan cinta beneran sama gue ga ya?" atau "Apa gue bisa bahagia klo nikah sama dia?" atau "Gimana klo dia ga butuh gue?" Maka dapat disimpulkan bahwa pria ini sudah berhasil membuat hati gue tidak tenang. Lebih baik dicukupkan saja perasaannya daripada berlarut-larut. Cari yang lain atau tinggal balik badan biar ga kayak rantai makanan hehe. 

Sampai akhirnya, ditengah pencarian gue yang masih belum berakhir, ditengah harapan gue untuk bisa menikah tahun depan, doa-doa ini pun terlontar setiap saat :
"Ya Allah, seandainya, namaku selalu terucap di dalam setiap doa-doanya, kehadiranku menurutnya bisa menjadi penyemangat hari-harinya, tatapanku nanti bisa menjadi penyejuk hatinya, kata-kataku bisa menjadi penenang bagi perasaannya, maka jika menurut-Mu ia jodoh terbaik untukku, buatlah aku juga merasakan hal yang sama dan jadikanlah ia jodoh dunia akhirat impianku. Hanya Engkau yang tahu, hanya Engkau yang bisa menyatukan kami berdua diikatan suci pernikahan. Dengan jalan yang tidak terduga dan dengan cara-Mu yang terindah."

Bogor, 15 Desember 2014
Di ruang kamarku yang penuh buku dan magnet.
I'm here praying for you, my prince...

37 comments:

  1. ihiw semangat terus kaaa ^^)9 can't wait ur book..

    ReplyDelete
  2. Kadang cinta itu datang tak terduga dan begitu cepat dan indahnya, jika Allah bilang terjadilah.

    Semangat mba nadira. Semoga dianya dikabulkan Aamiin.

    ReplyDelete
  3. Semoga..Amin :) tahun depan menjadi sejarah pernikahan, krena aku pun punya harapan yg sama^^ ditunggu loh bukunya^^

    ReplyDelete
  4. moga karena Allah mbak dira mencintai princenya....

    ReplyDelete
  5. Ya Allah... pertemukanlah kaDhira dengan pangerannya. AAMIIN...

    ReplyDelete
  6. Saya juga merasakan hal yang sama :)

    ReplyDelete
  7. Cinta abadi itu milik Allah SWT. Dan kekasih sejati itu adalah insan pilihan titipan Allah SWT. So... Perdalam rasa cinta kita kepada Allah SWT insyaAllah akan menemukan Kekasih Sejati kita di dunia.Aamiin.

    ReplyDelete
  8. Sepertinya ini semacam kode yang sangat sulit dipecahkan. Banyak kesamaan dan kecocokan, hahaha.

    ReplyDelete
  9. Kadang merasakan ketidak tenangan itu perlu untuk tau artinya tenang pada saatnya nanti.... sabar sayang,doa tante buatmu...

    ReplyDelete
  10. Aamiin :)

    rantai makanan tadi hanya akan berakhir pada satu titik: jodoh :)

    ReplyDelete
  11. berasa senasib seperjuangan baca ini :') inspiratif!

    ReplyDelete
  12. Aamiin yaRabb, semoga dapet jodoh dunia akhirat ya Mbak

    ReplyDelete
  13. dir asli yaa itu gw bangettt... terus kemudian menebak2 abis gitu nyoba kode, salah sandi kita beda gw pake morse mereka pake sandi tumiwa kayaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. daripada maen kode-kodean, mendingan balik arah aja hehe

      Delete
  14. Jika ingin rasakan cinta sejati, menikahlah... :)
    Menikah itu membangun cinta, lebih terjaga dan insyaAllah lebih baik..

    Salam Hangat dari Podjok Qolbu Ku

    ReplyDelete
  15. senasib juga ternyata haha,sabar ya :)

    ReplyDelete
  16. Tulisanmu bagus mbak :)
    "Berbalik arah"

    ReplyDelete
  17. aamiin doanya mbak, terharu bacanya. semoga Allah memberikan yang baik untuk kita ^^ salam kenal

    ReplyDelete
  18. Dhiir.. Lutfi kn plg indo tuuh.. Uda ada wg sndiri lgi skrg.. ;p

    ReplyDelete
    Replies
    1. terus kenapa klo dia pulang ke indo? #gagalpaham

      Delete
  19. Semoga cepat dapat jodohnya ya mba :D

    ReplyDelete
  20. Doaku hanya ingin pasagan hidupku t dir bisa membawa ketaatan dunia dan akhirat itu aja cukup q mulai sma kelas 1 berdoa tpi jodohq pun tak kunjung datang tpi q tetap sabar karena allah mempunyai rahman dan rahim

    ReplyDelete
  21. seperti rantai mkanan.. sedihh.. :"(( kadang saya berharap bisa menjadi cowo yang bisa membuatnya tenang.. :"(

    ReplyDelete
    Replies
    1. In Syaa Allah bisa, yaa :)
      SEMANGAT terus dan jangan lupa berdoa hehe

      Delete
  22. Subhanallaah, isnpiratof sekali, Mbak :))

    ReplyDelete
  23. Setuju banget dengan bagian yang ini :

    Ketika terlalu banyak pertanyaan yang muncul di kepala gue tentang dia, "Dia bakalan cinta beneran sama gue ga ya?" atau "Apa gue bisa bahagia klo nikah sama dia?" atau "Gimana klo dia ga butuh gue?" Maka dapat disimpulkan bahwa pria ini sudah berhasil membuat hati gue tidak tenang. Lebih baik dicukupkan saja perasaannya daripada berlarut-larut.

    Salam Kenal Kak Nadhira :)

    ReplyDelete
  24. Mbak dhir~
    Ceritanya hari ini blogwalking ke tempat mbak dhira... ngeliat ini. tiba2 kerasa ngena.

    Like it's not worth to try to and/or be with someone whom you know things aren't gonna work out.

    I'd rather turn around and let me be caught by he who chase me.

    ReplyDelete
  25. aduh, ini postingan perfect banget timingnya? TT
    bikin gw mikir, haruskah gw berbalik arah juga?

    ReplyDelete
  26. Ijin make kata2 nya ya kak

    Suka :)

    ReplyDelete