Thursday, 21 May 2015

Ketika Wanita Berkata Kepada Pria

“Ketika kamu menyukai seorang wanita dan merasa bahwa wanita itu lebih dari segalanya, sedangkan kamu merasa tidak ada apa-apanya, apakah itu menjadi alasanmu mengapa kamu menunda-nunda?“

“Ketika kamu merasa bahwa wanita yang kamu suka levelnya jauh diatas dirimu, membuatmu tidak percaya diri setengah mati, akhirnya menjadikanmu bebas berkata ‘Apalah artinya diriku, dia punya segalanya, sedangkan aku belum punya apa-apa. Aku mencintainya, tapi aku merasa tidak pantas.‘ Lalu apa yang kamu mau? Meminta sang wanita menurunkan levelnya agar bisa sama dengan levelmu sekarang? 

Tidak sadarkah kau, bahwa sang wanita ini sedang berusaha mati-matian memantaskan dirinya menjadi lebih baik agar mendapatkan jodoh yang terbaik dari-Nya, sedangkan kau berlaku sebaliknya. Membuang-buang waktu meratapi diri sendiri karena merasa tidak pantas?

Kenapa tidak kau berhenti mengeluh dan sekarang berdiri tegak, berusaha mati-matian memantaskan diri juga seperti sang wanita? Sehingga sampai di mana pada akhirnya kau merasa  pantas bersanding dengannya? Menjadikan Allah menurunkan kuasanya, membuka pintu pernikahan bagi kalian berdua, karena kalian berdua sudah sama-sama pantas bersama?

Kenapa…kenapa tidak kau coba sekarang? Berhentilah mengeluh, wahai pria yang tegar hatinya. Berhenti membanding-bandingkan dirimu dengan pria lain. Berhenti meratapi diri sendiri. Jadilah pria yang kuat iman dan mentalnya. Buktikan, bahwa kamu adalah pria yang pantas bersanding dengannya. Dia, sang wanita yang selama ini selalu hadir dalam doa. “

Untuk pria, yang baik hatinya dan luhur budi pekertinya…
Kamu ditakdirkan sebagai pemimpin. Memimpin istrimu kelak, menjadi panutan bagi anakmu nanti…
Apa jadinya, kalau belum menikah saja kamu tidak percaya diri dengan dirimu sendiri? Merasa tidak pantas bersanding dengan sang wanita pujaan hati? 

Ingatlah, bahwa sang wanita pujaannmu terus bergerak ke arah yang lebih baik lagi. Semakin banyak kau meratapi diri, maka kau akan semakin tertinggal jauh dari sang wanita pujaan hati. Hingga pada akhirnya kau menyesal, karena semakin tak sanggup menggapainya lagi. Ia sudah jauh, kamu terlalu lama bergerak untuk mengayuh.

Teruntuk para pria, yang tidak pernah mengenal kata menyerah…
Kami, wanita yang mendambakan kehadiran kalian. Jauh dilubuk hati kami yang terdalam, kami tahu kalian sedang berusaha sepenuh hati untuk bergerak mendekat. Berlarilah, terus bergerak untuk saling menemukan. 

Jangan sekalipun berhenti karena merasa tidak pantas. Jika kalian terjatuh, kembali bangkitlah dan bergerak mendekat ke arah kami. Sehingga ada suatu titik dimana kita semua saling menemukan. 

Kami percaya, bahwa Allah pasti mempertemukan kami dengan pria-pria hebat pejuang seperti kalian. Para pria yang tidak mengenal kata menyerah untuk terus bergerak memantaskan.

Hingga pada akhirnya, ketika kita semua saling bertemu, akan kami sambut kalian dengan senyum termanis yang kami punya, akan kami terima kalian dengan tangan terbuka, akan kami obati luka kalian yang sempat tergores-gores dalam perjalanan panjang nan menguras tenaga…

Semoga nanti, kami termasuk istri yang dapat menenangkan hati kalian dikala gundah, menjadi penyejuk kalian dikala susah dan menjadi ibu luar biasa yang dapat mendidik anak-anak kita sebagai pejuang hebat di jalan Allah, Tuhan kita yang Maha Pemurah.

Jadi, jangan menyerah ya…
Kami para wanita di sini menunggumu, 
semoga kobaran semangat kalian para pria, terus menyala dan takkan pernah layu..

Di suatu tempat,
yang masih dirahasiakan keberadaannya, 21 Mei 2015.
We are here, waiting for you. 

5 comments:

  1. Kak Dhira menginspirasi sekalii, very like your posting kak! :)

    ReplyDelete
  2. Nusuk banget.
    Menunggu menunggu dan selalu menunggu sang pria datanh

    ReplyDelete
  3. Dhira..ini persis yg aku alami sekarang :(

    ReplyDelete