Friday, 23 October 2015

Jalan Lain untuk Mencintaimu

“Aku tidak menangis dan yang jatuh itu bukan air mata. 
Melainkan butir-butir kesedihan karena berdiri di depan pintu hatimu yang tak terbuka.“

Aku pernah tak sengaja mendengar ketika kau mengatakan kepada sahabatmu bahwa membuatnya mencintaimu adalah hal yang tersulit untukmu. Tapi apakah kau tahu bahwa membuatmu mencintaiku juga hal yang tersulit untukku? 

Ya..ya..aku menyalahkan diriku sendiri karena aku berdiri di sebuah pintu yang salah. Pintu yang tak pernah bisa aku buka sekuat apapun aku mencoba. Pintu yang berusaha aku ketuk agar sang empunya rumah bersedia membuka hatinya untuk mengizinkanku masuk menyentuhnya. Tapi perjuanganku seperti tidak ada ujungnya. Pintu itu tak pernah terbuka. Ia biarkan tertutup, tak dibiarkannya siapapun masuk. Hatimu terluka dan tanpa kau sadar, akupun terluka karena tak kau beri kesempatan mencoba.

Tak bisakah kita – yang saling terluka ini saling mengobati bersama-sama?

Ini bukanlah tentang kisahmu. Tetapi ini kisahku. Kisah seseorang yang mencintai seseorang. Tetapi sesorang ini mencintai seseorang lainnya. Kisah aku yang mencintaimu, tetapi tak pernah kau pedulikan. Kisahku yang menganggapmu sebagai hujan yang kurindukan, tetapi apalah daya bahwa kau hanya menganggapku sebagai genangan kotor yang tak kau pedulikan. Tergenang-Terinjak-Terlupakan.

Jangan pernah menyalahkanku karena mencintaimu. Sebab aku tak pernah menyalahkanmu karena  mencintainya. Aku hanya ingin kau beri kesempatan, aku hanya ingin kau merubah fokusmu sekarang. Dengar ketukanku, rasakan kehadiranku. Aku di sini, tepat di depan pintu hatimu…

Satu hari…
Dua hari…
Tiga hari…
Berhari-hari…
.
.
.
.
Pintu hatimu masih tertutup.
Baiklah…

Aku ingat ayahku pernah bilang…
Bahwa air selalu mencari jalan. Kau pasti tahu air terjun, kan? Ketika air turun dari atas kemudian ia jatuh ke bawah menabrak batu, para air itu tidak memaksakan dirinya untuk terus menabrak batu. Mereka mencari jalan lain agar tidak tertabrak dan terpental keluar dari aliran sungai. Mencari jalan lain, agar bisa bertemu dengan para air lain yang menunggu di tempat paling rendah.

Aku pun begitu.
Kalau aku tak bisa membuka pintu hatimu, aku akan mencari jalan lain. Aku akan merubah fokusku ke tempat lain. Tidak lagi terfokus untuk membuka pintu hatimu, aku akan mencari jalan masuk lain…

Sebentar…
Ah,di sebelah sana…
tiba-tiba kau membuka jendela rumah hatimu di sebelah sana. 
Tak ada teralis yang menghalanginya. Tak ada yang menghalangiku masuk.
Orang lain bilang aku pencuri?
Bukan – aku bukan pencuri. Kau yang memberiku jalan masuk lain.
Aku bimbang karena tidak mengerti, "Jadi kenapa sekarang kau membuka jendela?"

Bersamaan dengan terbukanya jendela, ada secarik kertas jatuh memintaku untuk segera membacanya. Isinya singkat, tetapi berhasil membuat kedua mataku berkaca-kaca :

“Ketika seseorang terluka, ada banyak cara untuk mengobatinya. Ketika cara pertama, terasa menyakitkan… akan ada cara lainnya yang lebih mudah diterima dan tidak terlalu sakit rasanya. Membuka pintu itu sendirian, masih menyakitkan untukku. Lukanya masih terlalu menganga untuk aku obati seorang diri. 

Untukmu yang sedari tadi berdiri menunggu di depan pintu, 

Bisakah kau – melalui jalur lain, masuk ke dalam hatiku, mengajarkanku berdamai dengan masa laluku, lalu membuka pintu itu dari dalam bersama-sama denganku?“

Aku tersenyum. Jendela hatimu terbuka. Aku anggap itu sebagai jalan masuk lain yang kau maksud.
Untukmu yang aku cinta, terima kasih karena sudah membuka jendela :)

6 comments:

  1. akak ....

    tiap baca tulisan kk tentang ini slalu klepek2 dehhh ^^ keren dan menyentuh, terbayang-bayang deh ... Bagi dunk kak tips menulisnya ke hunyuuuuuu

    ReplyDelete
  2. mb dhirrr,,,,berasa ami banget tulisan mb.....ami pernah diposisi ini mb....*curhat

    ReplyDelete
  3. Mbk diraa
    saya suka saya suka saya suka
    Share ya ya mb ...

    ReplyDelete
  4. merinding rasanya mba dhir :D sukaaak!!

    ReplyDelete
  5. ngena banget kak... bikin melting nihh

    ReplyDelete
  6. ikut seneng mbaa,, seneng bangettt, ternyata pria impiannya sekarang sudah mulai membuka hatinya.. congrats ya..

    aku khawatir endingnya jelek, tapi syukurlahh endingnya hepi.

    ReplyDelete