Saturday, 24 October 2015

Ketika Pria dan Wanita Patah Hatinya

Ketika seorang pria patah hatinya, 
ia tampak lemah jika tidak segera melupakan pujaan hatinya.
Ketika seorang wanita patah hatinya, 
ia terlihat wajar jika belum bisa segera melupakan orang yang ia cinta.

Pernahkah kalian berfikir bahwa sulit sekali ya, menjadi seorang pria jika persoalannya adalah tentang cinta? Mereka dituntut untuk tegar, harus selalu berfikir logis. Mereka terlihat lemah jika belum berhasil melupakan orang yang ia cinta, mereka dianggap bodoh jika masih terus berusaha memperjuangkan wanita yang pernah menolaknya?

Sedangkan wanita?
Masih terlihat wajar kalau ia membutuhkan waktu lebih lama untuk membuka hatinya, masih terlihat baik-baik saja jika ia masih mencintai pria yang pernah menolaknya, tidak terlihat terlalu bodoh ketika ia masih terus berusaha mencari tahu tentang kehidupan pria yang pernah mengisi hatinya.

Apakah menurut kalian itu adil? Menurutku, tidak.

Pada dasarnya jatuh cinta itu selalu sama. Ia jatuh secara tidak sengaja.Yang namanya jatuh itu aslinya tidak sengaja jatuh. Ntah itu terpeleset, menabrak sesuatu kemudian terjatuh, terdorong oleh orang yang lewat dan lain sebagainya.  Ia jatuh di hati seseorang tanpa tahu kenapa diantara jutaan orang di dunia, jatuhnya harus di hatinya? Jatuh cinta itu bukan sesuatu hal yang disengaja. Ia jatuh tepat di hatinya tanpa sanggup menghindarinya. Dan ketika jatuhpun, ada beberapa orang yang mengalami luka. Tergantung bagaimana cara dia terjatuh. Jika jatuhnya terlalu keras, terlalu dalam, terlalu kencang, dia bisa saja mengalami beberapa luka parah  yang sulit diobati ketika ia berusaha bangun.

Jadi ketika seseorang itu terluka karena cinta ; entah itu mengalami penolakan, entah ketika cintanya tak berbalas segera, entah ketika ia dikecewakan oleh orang yang ia cinta, entah ketika ia dikhianati olehnya – apapun jenis kelaminnya, semua pasti pernah merasakan kesulitan untuk mengobati luka-luka menganga akibat jatuh cinta.

Pria ataupun wanita, semuanya sama. Dua-duanya butuh waktu untuk mengobati hatinya yang terluka. Dua-duanya butuh proses untuk merapikan hatinya yang jatuh berserakan di mana-mana. Dua-duanya boleh bersedih. Wanita boleh menangis, pria pun sama. Kita bukanlah malaikat. Kita diciptakan Tuhan untuk memiliki rasa. Termasuk rasa sakit akibat jatuh cinta.

Jadi, baik pria maupun wanita, jika memang cintanya sudah tidak bisa lagi diperjuangkan, dua-duanya diharuskan segera mengobat hatinya yang terluka segera. Tidak boleh lama-lama dibiarkan menganga. Harus segera diobati, harus segera bisa berjalan kembali meninggalkan masa lalunya yang menguras tenaga.

Intinya, pria dan wanita itu sama. Tidak ada yang terlihat bodoh, tidak ada yang terlihat rapuh, tidak ada yang terlihat baik-baik saja ketika proses mengobati hatinya yang terluka. Dua-duanya harus bisa segera membuka hatinya kembali, kalau cinta sebelumnya sudah tidak layak diperjuangkan. Bukan pria saja yang terlihat menyedihkan ketika tidak bisa melupakan cinta lama, wanita juga terlihat sama menyedihkannya. Bukan pria saja yang terlihat bodoh ketika masih mencari tahu kehidupan wanita yang pernah ia cinta, wanita juga terlihat bodoh kalau masih melakukan hal yang sama.

Ketika ada seorang wanita memberi nasehat kepadamu teman wanitanya yang cintanya belum berbalas, “Lupakan saja pria itu! Lemah sekali pria seperti dia yang belum bisa melupakan cinta lama! Pria seperti itu tidak layak untuk diperjuangkan!”

Hati-hati ketika memberi saran, my dear. Ada dua hal yang harus kau pikirkan baik-baik ketika memberi saran. Rasakan bagaimana jika kau ada di posisi sang pria.

Pertama, coba bayangkan dan rasakan : 
Bayangkan kalau posisinya di balik? Rasakanlah kalau kau ada di posisi pria itu, bagaimana? Kalau kau masih belum bisa melupakan orang yang kau cinta, apa menurutmu kau masih layak diperjuangkan oleh pria yang mencintaimu? Apa kau terlihat tegar? Tidak. Kau sama terlihat lemahnya seperti pria yang itu.

Kedua, coba bayangkan dan rasakan juga :
Bagaimana kalau kejadian sebenarnya adalah sang pria sedang dalam proses menyembuhkan luka hatinya dan temanmu jatuh cinta kepada sang pria di saat yang kurang tepat? Bukan berarti dia tidak bisa melupakan cinta lamanya, tetapi dia sedang berusaha mengobati luka hatinya. Dan kau tahu, itu tidak mudah.

Kalau memang ternyata kejadiannya seperti situasi kedua, maka berilah saran kepada temanmu untuk memberi waktu selama beberapa saat kalau memang ia masih berusaha memperjuangkannya. Give it time, my dear. Give it time…
Tetapi jangan terlalu lama. Jadilah rem atau penolong temanmu agar dia jatuh tidak terlalu keras.

Kalau ternyata sudah diberi waktu lalu terlihat bahwa sang pria sudah berhasil mengobati luka-luka hatinya, barulah temanmu itu maju. Majunya bagaimana? Bisa dengan meminta perantara orang lain untuk taaruf dengannya. Salah satu kelebihan taaruf adalah kerahasiaannya terjaga sehingga pria yang diincar itu bisa tidak mengetahui kalau wanitanya bisa jadi menyukai sang pria terlebih dahulu hehe.

Tetapi ketika sudah menunggu beberapa saat, masih tetap tidak ada perubahan…
Kau boleh memberi saran kepada temanmu untuk melupakannya. Tidak mudah memang, tetapi sebagai teman yang baik, kau harus mencoba meminta temanmu untuk berhenti mencintainya.

Nah, kalau ternyata kau mengetahui bahwa ternyata pria yang temanmu suka memang tidak bisa berpindah ke lain hati padahal sudah bertahun-tahun cintanya tersakiti, baru kau boleh menyimpulkan bahwa pria yang temanmu sukai itu memang lemah. Baru kau boleh memberi saran bahwa temanmu itu harus berhenti mencintainya dan bantulah temanmu ketika ia dalam proses mengobati hatinya.

Jadi, sudah menjadi rahasia umum kalau ketika seseorang jatuh cinta, baik itu pria ataupun wanita – akan ada perubahan aneh dalam dirinya. Cinta itu bisa membuat yang pintar menjadi terlihat bodoh, dapat membuat si A yang tenar menyukai si B yang kuper, dapat menjadikan orang yang logis jadi tidak bisa berfikir rasional, dapat membuat seseorang dengan fisik sempurna mencintai seseorang yang cacat fisiknya dan dapat membuatmu bertanya-tanya kenapa bisa mencintainya?

Kau tahu kenapa? Because love is blind, you know.

1 comment: