Saturday, 29 April 2017

Berdoa Dengan Cara yang Indah

Doa-doa kita sebenarnya sudah dikabulkan oleh-Nya.
Tapi kita terlalu fokus dalam kubangan luka,
sehingga tak menyadari bahwa doa-doa kita sebenarnya sudah dijawab oleh-Nya.

Aku pernah membaca sebuah cerita. Seorang ahli ibadah berdoa kepada Allah untuk dikaruniai dua potong roti, segelas susu dan segelas air tanpa harus bekerja setiap harinya. Sehingga, dengan begitu ia dapat beribadah kepada Allah tanpa harus lelah bekerja. Maka, Allah kabulkan do’anya dengan cara yang tak disangka-sangka; tiba-tiba ia difitnah sangat kejam sehingga pada akhirnya ia harus diseret ke penjara. Selama di penjara, ia diberi makan dua potong roti, segelas susu dan segelas air tanpa ia harus lelah bekerja. Allah kabulkan doanya persis seperti yang ia pinta. Seharusnya seperti harapannya, ia dapat beribadah dengan khusyu’. Tapi apa yang terjadi? Ia justru meratapi nasibnya yang sungguh merana. Ia tidak dapat melihat, bahwa doanya sebenarnya sudah dikabulkan oleh-Nya.
Begitu juga dengan kita. Mungkin diantara doa-doa kita, kita pernah meminta untuk dipilihkan lingkungan yang baik, meminta agar dipertemukan dengan orang-orang yang bisa mengantarkan kita menuju surga-Nya. Lalu Allah kabukan doa kita sesuai cara-Nya, bukan seperti dugaan kita. Bisa jadi untuk membuat kita bertemu dengan lingkungan yang baik, orang-orang yang luar biasa—kita harus melewati proses difitnah, bisa jadi kita harus dipisahkan dengan ia yang pernah mengisi hidup kita, bisa jadi kita terpaksa harus jatuh dulu dengan sangat dalam sehingga terluka dengan amat parah. 

Seandainya kita bisa melihat dengan mata yang jernih, dengan hati yang lapang, Allah sebenarnya sudah mengabulkan doa kita.

Tetapi mata kita seringnya tertutup, seolah buta. Sibuk meratapi nasib yang menimpa, sibuk bertanya mengapa Allah memberikan ujian yang begitu menyiksa. Sehingga seringnya kita berdoa tanpa adab, menuntut agar doa kita dikabulkan dengan cara kita bukan dengan cara-Nya. 

Dan ucapan adalah doa. Maka berdoalah dengan kata-kata yang benar, dengan kalimat yang baik pula. Terkadang, kita berdoa terlalu berlebihan. Sehingga, ketika doa tersebut dikabulkan, kita tidak sanggup menanggungnya.

Contohnya, kita mungkin pernah berdoa agar Allah membantu kita menyelesaikan semua masalah kita sesegera mungkin. Lalu tiba-tiba, masalah datang bertubi-tubi. Sangat banyak sehingga, kita tak mampu menanggungnya. Padahal, jika kita melihat dengan jernih, itu bukanlah jawaban doa yang tidak dikabulkan. Melainkan wujud terkabulnya doa kita yang inginkan agar Allah menyelesaikan semua masalah kita dengan segera. Allah tunjukkan semua masalah dalam hidup kita secara bersamaan. Karena untuk menyelesaikan semua masalah, kita harus tahu dulu semua masalahnya bukan? Allah tunjukkan terlebih dahulu masalah-masalah dalam hidup kita, baru setelahnya Allah bantu selesaikan. Tetapi sayangnya, kita tak sanggup menanggung konsekuensi jika doa kita dikabulkan. Baru tahap awal doa kita dikabulkan, kita sudah berprasangka buruk terhadap-Nya. Menuduh Allah tidak sayang kepada kita, mencaci Allah karena tidak mengabulkan doa kita. Padahal, doa kita sudah dikabulkan. Kita saja yang tidak melihatnya.

Mungkin jika kita berdoa, “Ya Allah, tolong bantu selesaikan masalahku satu persatu.” Maka Allah akan menunjukkan masalah kita satu persatu tidak secara bersamaan, tidak semuanya sekaligus. Sehingga ketika masalah satu selesai, Allah tunjukan masalah lain yang harus kita selesaikan, begitu seterusnya. Maka berdoalah sesuai kadarnya. Jangan terlalu berlebihan. Karena ucapan adalah doa, remember?

So, Setiap pengabulan doa, selalu diikuti konsekuensinya. Maka, jika kita meminta sesuatu kepada-Nya, berdoalah agar Allah juga membimbing kita untuk menghadapinya. Memberi petunjuk kepada kita agar hati dan kedua mata kita juga dapat melihat dengan jernih jawaban yang diberikan oleh-Nya.

Maka mulai dari sekarang, percayalah kembali secara penuh bahwa Allah Maha Pengabul Doa. Bahkan doa yang tak terucap, kata-kata yang hanya terbesit seketika. Allah selalu mendengar dan selalu mengabulkan dengan cara-Nya, bukan dengan cara kita. Karena Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, kan?

Berbincang-bincanglah dengan lembut kepada-Nya setiap hari. Di sepertiga malam terakhir, di setiap langkah, di setiap apa yang kita lakukan. Nikmatilah hidup, hiasilah hidup dengan doa-doa yang baik dan benar setiap harinya. Percayalah bahwa Allah selalu mengabulkan doa-doa kita dengan cara-Nya. Kau tahu kenapa? 
.
.
.
Karena sesungguhnya, jawaban doa dari Allah lebih indah dari imajinasi kita yang terindah.

1 comment:

  1. Mbak dhira... Gmn caranya biar alamat blog kita jadi. Com??

    ReplyDelete