Sunday, 19 March 2017

Musikalisasi Puisi - Runtuhnya Kota Jakarta

Ini adalah Project Musikalisasi Puisi yang dikerjakan bersama-sama, berawal dari kepedulian kita akan kesejahteraan Kota Jakarta tercinta.

Note : Disarankan mendengarnya menggunakan headset/earphone agar lebih menyentuh hati :)


YOUTUBE :

SOUNDCLOUD :


Puisi : Nadhira Arini (@nadhiraarini)
Suara : Insany C Kamil (@brightsunn)
Musik : Mahmuda Rizaldi (@mahmudarizaldi_) 
Illustrator : Fitri Nurul Syahidah (@fithrinusya)


"RUNTUHNYA KOTA JAKARTA"


Ibu, apakah engkau benar-benar sayang padaku?
Ayah, apakah engkau benar-benar memperhatikan kesejahteraanku?
Kalau iya, mengapa kalian diam saja ketika penista agama itu berambisi menguasai kota?
Mengapa kalian bergeming ketika diberi kesempatan untuk memilih pemimpin muslim yang ada?
Mengapa kalian tidak menegur saudara seiman yang justru menghina ulama dan berakhir memilih sang penista?
Mengapa?

Kalian lihat sekarang dampaknya…
Sang penista memenangkan pertempurannya...
Para komunis mulai menampakkan batang hidungnya.
Mereka jajah kota ini, mereka bergerak cepat layaknya virus dan mengubah aturan negara yang ada.
Mereka persulit kehidupanku sebagai seorang muslim di Indonesia.

Ayah, ibu…
Apakah kalian tahu…
Kemarin, Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, temanku diseret tak berdaya, disiksa, diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi karena menolak hukum yang ada.
Para wanita, dihina kehormatannya diperlakukan sekehendak mereka.

Aku lari menyelamatkan diri bersama ribuan orang lainnya.
Aku terluka, karena peluru itu tanpa sengaja menggores tubuhku ketika berlari tanpa perlindungan apa-apa.
Inikah yang kalian inginkan, wahai orang tuaku tercinta?

Mengapa pada waktu itu kalian tidak berjuang bersama muslim yang lainnya untuk memperjuangkan tegaknya kemuliaan Islam di Indonesia?
Ayah dan Ibu pasti tahu persis bahwa sederhananya perjuangan kalian pada waktu itu, dapat menentukan kehidupanku di masa depan, kan? Tapi kenapa ayah dan ibu diam? Kenapa ayah dan ibu biarkan penista itu tertawa bahagia karena berhasil menguasai ibukota? Hancur umat muslim di negara ini karena diambil alih layaknya Kota Granada ratusan tahun yang lalu.

Aku menangis, karena hari ini aku tidak merasakan cahaya Islam di nusantara.
Aku menangis, bahwa aku tidak merasakan ketenangan jiwa seperti muslim terdahulu hidup ketika Islam berjaya.
Aku menangis, karena aku tidak hidup seperti zaman ketika ayah dan ibu hidup di Indonesia.
Masjid Istiqlal mereka ubah layaknya Masjid Agung Kota Cordoba.
Tidak ada azan yang menggema, teror menyelubungi kami setiap harinya.
Senyuman kami memudar tak menyisakan sisa, ibu.
Ketakutan melanda kami yang masih kecil ini, ayah.

Jika ayah dan ibu masih hidup bersamaku sekarang, bolehkah aku bertanya satu hal, “Mengapa pada saat itu kalian memilih untuk tidak berjuang bersama umat muslim lainnya? Mengapa?"

8 comments:

  1. mba dhiraaa, nangis bgt aku teuh. izin share njih :"(

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum...

    Mari mampir :)

    coretanhatiukhti.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. Some said:
    "Ketika toleransi yang lebih terhadap golonganmu sudah biasa kau rasakan, sedikit penyetaraan itu terasa seperti penghinaan."
    .
    Alhamdulillah bersyukurlah umat muslim jakarta, pilkada dimenangkan calon muslim. Buktikan bahwa di naungan gubernur islam, agama lain mendapat HAK YANG SAMA untuk menjalankan aktivitasnya.
    Tidak ada lagi penutupan gereja2 dan gangguan dalam perayaan natal,dsb. Banyak2 bersyukur dan berbuat baik pd agama lain. Kehidupan muslim Indonesia JAUH LEBIH BAIK dibanding negara yg muslim adalah minoritas dan negara2 konflik yang sebenar2nya konflik.

    ReplyDelete
  4. Thank you for the information, hopefully useful. Awaited further information. Always success

    ReplyDelete
  5. Thanks for the very useful information, If you do not know then we will share the article. Please read because this is very important for us all.

    obat kencing nanah
    obat penghilang kudis
    obat tipes
    obat nyeri panggul
    obat herbal tetanus

    ReplyDelete