Sunday, 10 September 2017

Hadiah Indah dari Allah

Beberapa bulan terakhir bukanlah merupakan bulan-bulan yang mudah untuk dilewati oleh aku dan seluruh keluarga besarku. Masalah yang kami hadapi bukanlah masalah yang menyenangkan, bukan masalah yang mudah untuk diselesaikan dan bukanlah masalah yang mudah untuk kami lalui.

Jika kehidupan kami tidaklah berdasarkan hukum yang Allah buatkan sebagai pedoman hidup, mungkin kami sudah kehilangan arah, tidak bisa bersikap tenang, melakukan tindakan-tindakan yang sungguh di luar karakter manusia yang memiliki akal untuk berfikir.

Tetapi betapa beruntungnya aku, Allah berikan hadiah berupa seorang Ayah sebagai kepala keluarga yang memiliki karakter luar biasa tenang dalam menghadapi segala hal. Aku tahu, ayahku adalah orang yang paling terluka atas kejadian ini. Tapi di tengah luka-luka menganga yang menimpa, sikap Ayahku yang tenang, yang selalu bertahan untuk terus percaya atas semua takdir yang Allah berikan, membuat kami sekeluarga menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi ujian ini. Ayahku ajarkan kepada setiap anggota keluarga untuk tetap bertahan, tetap berdiri tegak untuk percaya bahwa rencana Allah pasti selalu yang terbaik. Tidak peduli betapa menyakitkan rasanya, Allah pasti menyimpan sebuah hadiah besar selama kami semua bersabar. Akhirnya kami semua belajar menjadi pribadi yang selalu bergerak dalam koridor agama karena peran Ayahku sebagai kepala keluarga yang tak pernah berhenti menanamkan nilai-nilai itu kepada kami semua.

Di tengah badai yang menerpa keluarga kami, Ayahku sebagai nahkoda kapal kehidupan keluarga kami mengajarkan kepada kami bagaimana caranya saling melindungi dalam situasi genting, saling support, saling memberikan yang terbaik kepada siapa saja. Berkali-kali mengajarkan kepada kami untuk menjaga aib orang lain, meskipun betapa luar biasanya mereka menyakiti keluarga kami.

Ayahku berulang kali mengajarkan kepada setiap adik laki-lakiku bagaimana cara melindungi, mengambil alih sebagai pemimpin keluarga di saat Ayahku sedang tidak ada. Pengambilan alih menjadi pemimpin keluarga dipindah alihkan dari posisi anak laki-laki pertama sampai terakhir. Jika Asa tidak ada, Izzan menggantikan. Jika Asa dan Izzan tidak ada, Fikar meskipun masih SMP berperan menggantikan posisi pelindung keluarga. Sehingga menjadikan mereka tumbuh sebagai sosok pelindung yang menenangkan hatiku dan semua anggota keluarga lainnya. Jika Ayahku terpaksa harus pergi bekerja jauh keluar kota, ada adik-adik laki-lakiku yang siap menjaga para wanita di dalam rumah dan memberi naungan menenangkan kapanpun dibutuhkan.

Di saat air mataku deras mengalir, Ayahku datang memelukku erat mengatakan kata-kata yang sangat meneduhkan, “Sudah saatnya Mb Dhira dan kita semua sekeluarga untuk bergerak berdasarkan penilaian Allah. Tidak peduli betapa banyak manusia yang berprasangka, selama apa yang kita lakukan sesuai apa yang Allah perintahkan, maka terus bergerak ke depan, sayang. Bapak bersamamu, nak. Kita sekeluarga selalu untukmu, nak…”

Adik laki-laki pertamaku Asa, datang menyusul dan memelukku dari belakang. Ia berbisik lembut sekali di telingaku, “Alles in Ordnung, Mba. Alles in Ordnung. Semua baik-baik saja, Mba. Ich bin hier fΓΌr dich. Aku ada di sini untuk Mba Dhira. Keep moving forwardkeep moving forward. Sekarang boleh nangis, tapi keluar dari ruangan ini, Mba Dhira harus menatap ke depan. Jangan nengok ke belakang lagi. Terus tatap ke depan...terus tatap ke depan. You can do it. We can do it.” 

Maka mendengar kalimat demi kalimat yang meneduhkan dari dua pria tersayangku, detik itu juga, saat itu juga, aku memutuskan untuk berdiri tegak meskipun masih tertatih-tatih dengan kepercayaan yang semakin kuat; Ada keluargaku yang melindungi, ada Allah yang selalu siap memegang tanganku erat ketika aku hampir terjatuh kembali.

Dua ibuku selalu ada memelukku dengan hangat, untaian doa mengiringi setiap air mata yang turun ketika aku sedang memerlukan pelukan. Adik iparku Bila menatapku dengan kedua mata yang berbinar memberi dukungan yang tak terbatas kepadaku. Ia relakan suaminya sering pergi keluar rumah demi menemaniku menjalani segala hal yang menguras tenaga. Ia izinkan suaminya fokus mendampingiku melewati masa-masa sulit yang penuh luka. Ia berikan puterinya, Queena dalam pelukanku kapanpun aku butuhkan. Hana, adik perempuanku lainnya, selalu menyandarkan kepalanya di bahuku dan berucap penuh cinta, “You are not alone, I’m always with you. Always. Mb Dhira kuat, De Hana bangga punya kakak kayak Mb Dhira. I Love You. 

Sebagian besar luka-luka kami sembuh dengan sendirinya karena masing-masing dari kami saling menyembuhkan. Masalah ini datang, menjadikan keluarga kami semakin dekat, saling peduli, saling melindungi, semakin percaya bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar. Kami semua tumbuh menjadi pribadi yang elegan, saling mendorong untuk tetap tegak berdiri ketika badai itu kembali datang. Tidak ada satupun yang membiarkan jika ada anggota keluarga lainnya jatuh. Semuanya menjaga, semuanya berkumpul menjadi satu dalam satu kesatuan.

Allah mencintai hamba-Nya yang bersabar dan terus berprasangka baik kepada-Nya. Allah tahu kapan saat yang tepat untuk membalas kesabaran kami semua. Allah berikan hadiah besar di luar dugaan kami semua. Beberapa minggu yang lalu, di hari yang cerah, Allah berikan kabar gembira ini untuk keluarga kami. Allah berikan hadiah besar berupa undangan ke tiga Masjid Sucinya bagi putera-puteri dan cucu Mama, Bapak dan Ibu. 

Dalam waktu yang hampir bersamaan, aku diundang oleh Allah ke Masjidil Aqsa dengan cara mulia yang sungguh tak disangka; Menjadi salah satu relawan membantu saudara-saudara kita di Palestina. Lalu Asa, Bila dan Queena dibukakan jalan oleh Allah untuk menunaikan Ibadah Haji dengan rezeki yang ntah datang dari mana, mereka dapat memenuhi undangan-Nya mengunjungi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dalam waktu cukup lama. Sungguh, cara Allah menggoda dalam canda-Nya mampu membuat kita semua tidak dapat berkata-kata karena keberangkatan kami hanya berselang beberapa hari saja.

Kami melihat dengan sangat jelas melalui pengalaman kami sekeluarga betapa indahnya Allah merangkul hamba-hamba-Nya. Tak terhitung betapa banyak air mata kami semua yang jatuh pada waktu itu digantikan air mata bahagia melihat rasa bahagia orang tua kami, saat ketiga anak dan cucunya berdoa di ketiga Masjid Sucinya. 

Betapa Allah sangat adil memecah keberangkatan kami berempat agar lengkap merasakan indahnya berada di tiga Masjid Agungnya. In Syaa Allah, dari hadiah ini menjadikan kami semua sekeluarga semakin taat dan percaya kepada Allah seutuhnya. 

Doa kami berempat dari Masjidil Haram, Masjidil Aqsa dan Masjid Nabawi akan terus terlantun dalam bait-bait indah untuk Mama, Bapak, Ibu, adik-adik, keluarga semua dan mendoakan titipan doa-doa dari sahabat-sahabat muslim kami lainnya. Allah selalu bersama hamba-Nya yang bersabar...Allah is always with us. Always. 

Jadi, seberapa berat masalah yang kau miliki, satu-satunya obat yang sangat ampuh adalah obat yang bernama ‘percaya’. Percaya kepada Allah seutuhnya, tanpa cela, tanpa ragu. Karena hadiah dari Allah itu seringnya berupa harta karun. Peta sebagai petunjuk untuk menemukannya adalah aturan-aturan dalam Agama kita yang mulia. Ikuti peta itu, maka kau In Syaa Allah menemukan jalan keluar bahkan hadiah-hadiah tak terduga di tengah-tengah perjalanan berliku yang berusaha kau lalui.

Sehingga suatu saat nanti, kau akan menangis tanpa henti. Air mata itu turun sendiri. Bukan air mata duka lagi, tetapi air mata bahagia yang menghampiri. Dalam derasnya air mata, kedua matamu yang basah menatap langit yang sedang jernih sekali, lalu berucap dengan suara yang bergetar bahagia, “Alhamdulillah, Ya Allah. Jadi ini, harta karun yang Engkau siapkan untukku itu…”

Saat itu kau merasa, jarak antara langit dan dirimu menjadi sangat dekat. Perasaan bahagia itu berhasil membuat tubuhmu menghangat dan detik itu juga ntah bagaimana kau semakin yakin, Allah sedang tersenyum melihatmu dari atas langit.

18 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Selalu kagum dengan tulisan-tulisan mba dhira, tulisan mba dhira banyak menginspirasi aku bahkan semua orang yang membaca tulisan mba dhira tak satu pun snapgram dr mba dhira yg aku lewatkan untuk membacanya. Aku kagum sm mba dhira, mba dhira org hebat aku yakin mba dhira bisa memalalu semua ujian dariNya. Dan Alhamdulillah kemarin pas mba dhira di palestina aku nitip doa semoga doa-doa mba dhira di kabulkan oleh Allah. Makasih ya mba dhira udh banyak memotivasi kamiπŸ’•

    ReplyDelete
  3. Love you dhira... 😘😘😘

    ReplyDelete
  4. Mbak Dhira disayang banget sama Allah, ujian apapun itu insyaaAllah smg Allah berikan kekuatan, kesabaran, kelembutan utk menghadapinya dg senyuman. Sy salut , ketika mbak Dhira dlm keadaan sulitpun masih ttp bisa menginspirasi banyak orang,tetap berdaya dan bermanfaat. I Miss u Dhir😍.

    ReplyDelete
  5. Mbak Dhira :) mbak selamat ya udah berhasil dapet hadiah dari Allah. Subhanallah banget mbak. . Semoga kedepannya nya makin baik lagi menjaga amanah amanah itu, makasih ya mbak udah menginspirasi ��

    ReplyDelete
  6. MasyaAllah.. kak dhira, innallaha ma'ana. Ana uhibbuki fillah kak dhir❤❤❤

    ReplyDelete
  7. Kagum sama kepribadian Dhira ��, selalu menginspirasi yaa saay. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebahagiaan untuk wanita baik kaya kamu ��

    ReplyDelete
  8. I adore you so much dhira :) may allah let me to meet you someday

    ReplyDelete
  9. MasyaAllah.. selalu suka sama tulisan ka dhiraaa❤!! Tetaplah menginspirasi kak.. πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™❤❤ ini jadi self reminder buat kita semuaaa. Thx a lot kaka πŸ˜ŠπŸ™πŸ’•πŸ˜❤❤

    ReplyDelete
  10. Keep being strong, Dhira. We always support you ❤

    ReplyDelete
  11. MashaAllah.. senaang dengernya Mbaaa.. Semoga terus istiqomah.. and keep inspiring..:)

    ReplyDelete
  12. masya Allah...sangat inspiratif sekali mba....

    ReplyDelete
  13. Barakallahu fiik dhira and fams ❤ I love u coz Allah!

    ReplyDelete
  14. Kak Dhira makasih acara talkshow kemaren di Purwakarta, dari sana aku lebih menghargai waktuku untuk lebih dekat dengan Allah 😊😘

    ReplyDelete
  15. 2 tahun lalu saya sempat baca buku move on karangan pak jammil, dari situ saya sering baca web beliau, sampai saya bookmark, cukup lama tidak update. Awal tahun baru hijriah ini, entah terbersit membaca web tersebut. Saya dapati artikel tentang palestina, dan ....

    Sungguh saya merasa terharu dan mau nangis, saya doakan semoga tetap tabah, tegar, dan istiqomah di jalan-Nya.

    ReplyDelete