Tuesday, 7 July 2015

Jatuh Karena Cinta

"Kau pasti tahu persis, ketika kau jatuh cinta, 
pilihanmu benar-benar jatuh."
-Nadhira Arini

Jatuh itu bukan sesuatu yang ingin kita lakukan, bukan sesuatu yang kita sengaja, bukan sesuatu yang kita mau. Banyaknya karena tidak sengaja. Ntah karena kita tidak melihat jalan, ntah karena kita terpeleset, ntah karena ada benda yang menghalangi sehingga kau terjatuh. 

Begitu juga dengan cinta. Kau jatuh. Jatuh tanpa sengaja, dengan cara yang ntah bagaimana, hatimu tiba-tiba jatuh memilihku (mungkin). Perasaanmu ini, tiba-tiba jatuh begitu saja. Dan kau mulai sibuk bertanya-tanya, kenapa kau bisa menyukaiku?

Aku, yang karakternya benar-benar berbeda denganmu, aku yang aneh, aku yang serampangan, aku yang ceplas ceplos jika bicara, aku yang…yang…yang…wataknya seperti anak kecil, aku yang menurutmu ceria, aku yang hanya bisa kau pandang dari jauh setiap ada acara, aku yang kerjaannya bertanya kepadamu tiada habisnya sehingga kau harus memutar otakmu ketika menjawabnya, aku yang tanpa sengaja membuatmu jatuh dan kau jadi ikutan terjatuh karenanya.

Hari-harimu terusik karena kehadiranku tiba-tiba memenuhi isi kepalamu. Nafasmu tiba-tiba terasa sesak karena menahan diri untuk tidak terus-terusan menyapaku. Tanganmu gatal ingin terus memencet tuts handphone karena ingin menjawab semua rentetan kalimat-kalimatku. Kau tidak tahu harus berbuat apa ketika kau mengetahui aku marah dan aku tidak menjawab setiap perkataanmu. Dan kau, tiba-tiba merasakan rindu yang dalam ketika namaku selama beberapa saat tidak muncul di layar telepon genggammu. Kau bingung harus berbuat apa dan suara hatimu berkata bahwa kau harus menjagaku.

Kau kurangi segala interaksi yang berhubungan denganku. Kau kurangi kalimat panjang, menjadi kalimat pendek setiap ada kesempatan berbicara denganku. Kau seperti menelan pil pahit karena memendam rindu. Tapi apa dayamu? Beginilah yang harus kau lakukan, karena aku belum halal bagimu. 


"Jatuh karena cinta itu menyebalkan, ya? 
Kau kesal ya karena jatuh cinta kepadaku?" 

Aku juga tidak mengerti, kenapa wanita sepertiku bisa membuatmu terjatuh? Kenapa jatuh itu tidak bisa dipilih tempat dan kondisinya? Seandainya jatuh cinta itu bisa kau pilih sendiri tempatnya, kau pasti akan memilih wanita yang lebih baik dariku untuk tempatmu menjatuhkan diri, kan? Maafkan aku, karena aku, kau jadi terjatuh tanpa bisa kau hindari lagi. Maafkan aku, yang tanpa sengaja membuatmu terjatuh terjerembab berulang kali.

Saat kau terjatuh karena cinta, pasti kau butuh seseorang untuk membantumu berdiri tegak kembali, kan? Mengobati luka-lukamu karena terjatuh, kan? Membersihkan debu-debu di pakaianmu yang kotor ketika terjatuh, kan?

Pasti ada, wanita yang ingin melakukan itu semua ketika kau terjatuh karena cinta. Berusaha menggapai tanganmu yang melambai meminta pertolongan ketika terjatuh. Kemudian dapat menggenggam tanganmu erat, supaya ketika kau terjatuh, kau tidak jatuh sendirian lagi. Wanita yang gatal ingin melakukan itu semua denganmu. Wanita yang jatuh terjerembab di hatimu. Wanita yang ingin menjadi milikmu seutuhnya. Wanita yang ingin kau halal baginya. Dan pasti ada seorang wanita yang merindukan itu semua.

Seperti aku, misalnya…  

5 comments:

  1. hehe lucu kak baca kalimat terakhirnya
    "Seperti aku, misalnyaa.."

    seperti wanita yang tidak sengaja membuat jatuh, dan ingin bertanggung jawab untuk membuatnya berdiri

    ReplyDelete
  2. "Seandainya jatuh cinta itu bisa kau pilih sendiri tempatnya,...." aku yakin dia tetap akan memilihmu

    ReplyDelete
  3. "Seandainya jatuh cinta itu bisa kau pilih sendiri tempatnya,...." aku yakin dia tetap akan memilihmu

    ReplyDelete
  4. Jatuh cinta pada orang yang tepat, waktu yang tepat akan indah padaa akhirnya..

    ReplyDelete