Wednesday, 16 September 2015

#TIPS MENULIS 2 : Tulisan yang Mudah Dipahami

“Kak, aku kesel. Masa orang-orang pada ngehina tulisan aku. Terus pada bilang ga ngerti sama yang aku tulis. Mereka itu bodoh apa gimana sih? Masa gitu aja ga ngerti. Huh.“
“Gue ini emang liar nulisnya dan banyak yang ga ngerti sama tulisan gue. Gue sih bangga, tandanya gue unik. Ga ada yang bisa nyamain kecerdasan gue berarti, Dhir.“

Kalimat curhatan dan kalimat kepedean diatas sering banget gue denger. Bangga, karena tulisannya ga dimengerti orang lain, kesel karena menganggap orang yang membaca tulisannya bodoh karena ga ngerti setelah baca tulisan yang dia buat.

Jujur, bertahun-tahun yang lalu sebelum gue mulai menulis, bokap gue mengajarkan empat hal penting mengenai jenis tulisan yang baik. Dan gue harus selalu mengingat itu supaya ga jadi seorang penulis yang sombong dan seneng nyalahin orang lain.

Empat hal itu sederhana banget sebenernya. Tapi banyak dilupakan para penulis. Jadi sekarang, gue mau berbagi empat hal penting yang diajarin bokap gue mengenai jenis tulisan yang baik bertahun-tahun yang lalu. Semoga bermanfaat buat kalian ya. Empat hal penting itu adalah :

1. Tulisan yang baik itu bisa dipahami orang ‘bodoh‘ sekalipun.
2. Bila orang lain tidak paham tulisanmu, jangan salahkan orang lain, tetapi perbaiki tulisanmu.
3. Jangan merasa tulisanmu hebat, kalau banyak orang yang tidak mengerti tulisanmu.
4. Penulis yang hebat itu bisa membuat sesuatu yang rumit dan sulit menjadi sesuatu yang simpel alias mudah dipahami oleh orang lain.

Jadi teman-teman, ketika yang membaca tulisan kalian banyak yang bertanya-tanya dan ga mengerti, please banget jangan nyalahin orang lain. Coba, introspeksi ke dalam diri sendiri. Jangan-jangan tulisan kalian terlalu bertele-tele atau kurang detail sehingga banyak orang yang ga paham sama apa yang kalian tulis. Kalau perlu tanya ke yang baca, bagian mana yang ga dipahami, jadi bisa diperbaiki.

Menjadi seorang penulis itu memang harus unik ya. Tetapi bukan berarti saking uniknya sampai ga ada yang paham sama tulisan yang kalian buat. Penulis itu butuh pembaca dan pembaca juga perlu mengerti apa yang kalian tulis. Siapa yang bakalan baca tulisan kalian, kalau ga ada satupun tulisan kalian yang mudah dimengerti? Siapa juga yang mau beli buku kalian, kalau isi buku yang kalian buat bikin yang baca mengerutkan kening karena ga paham apa maksud yang kalian tulis?

Jangan membuat pembaca tulisanmu itu mencari jejak. Maksudnya mencari jejak ini adalah kalian buat para pembaca ini bingung dan sibuk mencari-cari apa maksud dari tulisan yang kalian buat. Itu namanya mendzholimi yang baca alias menyiksa pembaca. Belajarlah membuat tulisan yang mudah dipahami orang lain dan memberi manfaat untuk orang banyak. Bukan malah bikin orang bingung dan garuk-garuk kepala karena ga paham.

Kalau memang dirasa isi tulisan yang kalian buat itu berat untuk disampaikan, buatlah formula untuk menyederhanakan apa yang akan kalian sampaikan. Jadikanlah itu sesederhana mungkin, sehingga orang lain mudah menyerapnya dan merasakan manfaatnya. Kan sayang banget kalau banyak orang yang ga paham apa yang kalian tulis, padahal sebenernya materinya bagus banget untuk orang banyak.

Jadi, teman-temanku sayang…
Penulis yang baik itu bukanlah penulis yang senang menyalahkan pembacanya karena pembacanya tidak paham apa yang ditulis.
Penulis yang baik juga bukan penulis yang merasa bangga karena tulisannya tidak dapat dimengerti orang lain.
Tetapi penulis yang baik adalah penulis yang dapat menyederhanakan hal-hal yang rumit menjadi suatu tulisan yang mudah dimengerti oleh orang yang membacanya.
Dan penulis yang baik adalah penulis yang terus menerus memperbaiki tulisannya sehingga tulisannya tajam, mudah dipahami dan bermanfaat untuk banyak orang :)

Yuk, teman-teman! Jangan patah semangat jika ada yang mengkritik tulisan kalian atau jika ada yang protes karena tidak mengerti tulisan yang kalian buat. Justru itu adalah proses pembelajaran diri agar terus menghasilkan tulisan yang berkualitas dan bermanfaat, lho :D

So, STOP COMPLAINING and KEEP WRITING, yaa! SEMANGAAATT!! 
-------------------------------
Tulisan sebelumnya :
#TIPS MENULIS 1 : Pentingnya Latihan http://www.nadhiraarini.com/2015/09/tips-menulis-1-pentingnya-latihan.html

11 comments:

  1. Tulisan yang baik itu bisa dipahami orang ‘bodoh‘ sekalipun -->> setuju banget dhir...

    ReplyDelete
  2. gw paling seneng klo yang komen di blog gw adalah koreksi, bukan puijan.
    pujian itu kayak narkoba, memabukan tapi koreksi dari pembaca, buat gw adalah penghargaan. tandanya mereka yang membaca tulisan gw.
    bukan cuma nyampah di kolom komen
    btw gw suka samap tips no.4. make it simple not make it worse

    ReplyDelete
  3. yap setuju. meskipun itu dalam bentuk prosa-prosa singkat dg bahasa tingkat tinggi, penggunaan diksinya jg yang dpt dg mudah dimengerti pembaca:) nice post mba dhir, bermanfaat sekali:))))))

    ReplyDelete
  4. Kalo sama tulisan ini paham apa yang di baca enggak Mbak Dhira ?
    http://okyuanda.blogspot.co.id/2015/09/mawar-merah-dan-laki-laki-tampan.html
    kasih kritik dong Mb Dhira :D

    ReplyDelete
  5. setuju deh, ngapain juga artikel panjang lebar, tapi klo pembacanya tidak mengerti.

    ReplyDelete
  6. OK belajar mempersimpel bahasa.. Siap Boss! πŸ˜„

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Tulisan yang baik itu bisa dipahami orang ‘bodoh‘ sekalipun

    wah setuju banget nih
    tapi jadi muncul pertanyaan.
    bagaimana jika tulisan itu dianggap tulisan yg berwawasan karena banyak pengetahuan didalamnya bisa dinikmati di beberapa kalangan, karena menggunakan istilah yg diplomatis ataupun bersifat kekinian.Sementara ada sebagian yg menganggapny tulisan yg rumit karena munngkin dia tidak terlalu berwawasan

    jadi siapa dsni yg harus lebih beradaptasi?

    ReplyDelete