Sunday, 8 November 2015

Hari yang Tepat Untuk Mencintaimu

-FLASH FICTION-

Word Count : 338/500

7 November 2015,

hari di mana – hari-hari yang dingin sebelumnya berubah menjadi hangat di hari ini. Hari di mana, saat aku duduk di dalam kereta mengharapkan kehadiran sosokmu, ketika kereta yang aku naiki ini berhenti di stasiun tempat kau biasa menunggu kereta ini datang.

Ini adalah hari ketika hariku terasa lebih indah dari hari-hari kelam kemarin.
Hari di mana, salju sudah mulai turun tetapi ntah kenapa udara di kota ini semakin menghangat.
Hari ini, di mana cuaca berubah aneh. Mentari bersinar lebih terang dari biasanya dan datang tanpa ditemani awan gelap yang biasanya datang bergulung-gulung merusak hari.

Jadi ini adalah hari di mana semuanya menjadi baru. 
Hari di mana semua tulisanku, puisi-puisiku semuanya mengenai dirimu.
Hari di mana kedua mataku tak pernah berhenti mencari-cari keberadaanmu di setiap ruangan yang kabarnya selalu ada sosokmu.

Jadi di sinilah aku, duduk di kursi taman yang letaknya persis di bawah pohon yang tumbuh di sekitar Welfengarten. Memejamkan mata, merasakan dengan segenap hati angin Musim Dingin yang bertiup lembut mengelus kedua pipiku. Kabarnya, kau selalu lewat taman ini selepas mengikuti kelas terakhir di hari ini.

Nyanyian burung yang tiba-tiba terdengar, mengejutkanku. Pada akhirnya, aku mengambil pena dan buku catatanku yang berada dalam tas ransel biru tua yang selalu aku bawa-bawa setiap hari. Lalu aku mulai menulis, mengubah kata ganti orang ketiga di deretan kalimat puisi karya F. Scott Fitzgerald, menjadi kata ganti orang kedua dan beberapa kata yang aku ubah agar dapat menggambarkan dirimu. Aku terus menulis sambil bersenandung riang,

“You are cool; but not like those men in the TV.
You are cool for the way you thought.
You are cool for the sparkle in your eyes when you talked about something you loved.
You are cool for your ability to make other people smile when you were sad.
No, you weren’t cool for something as temporary as your looks. 
You were cool deep down to your soul :)”

Untukmu yang sudah berhasil merubah hari-hariku yang kelabu,
bolehkah aku – mencintaimu?

1 comment:

  1. Wih kayaknya pangeranya sudah di depan pintu tinggal ketok doang. Congrats deh, ikut senang semoga segera dimudahkan. Amin.

    ReplyDelete