Friday, 13 March 2015

Narasi & Surat Terbuka Anak Palestina

Hari senin kemarin, biasa di grup Whatsapp komunitas menulis One Week One Paper (OWOP), ngadain acara seru lagi setiap jam 8 malem sampe batasnya maksimal jam 12 malem. Acara serunya itu buat narasi atau puisi dari sebuah gambar yang ditentuin sama adminnya.

Gambarnya macem-macem tiap minggunya. Suka-suka adminnya mau kasih gambar apa. Dan dikasih gambarnya pas jam delapan malem, jadi biar kejutan gitu. Biar kita kreatif buatnya.
 photo m183.gif  photo m183.gif  photo m183.gif
Yang paling gue seneng dari grup ini adalah gue jadi dipaksa buat mikir. Gue yang awalnya susah buat nulis cepet gitu, jadi mau gamau mikir karena temen-temen di grup gue udah pada posting narasi singkatnya mengenai gambar tersebut di grup. Sumpah pada cepet-cepet bingits mikirnya.
Udah gitu pada nanya-nanya ke gue kan, "Dhir, mana punya loo..buruan posting woii." dan pada nyemangatin juga, "Aahh, lo pasti bisa. Buruaan, ditungguiinn."
 photo m087.gif  photo m009.gif  photo m087.gif
Alhamdulillahnya sih, gue buat terus. Walaupun lama loadingnya. Ga secepet temen-temen gue di grup. Mereka itu pada omong kosong semua, deh. Bilangnya "aahh, gue ga jago nulis. Minder liat tulisan kalian..." atau "Aduuh, masih newbie banget nih, soal dunia tulis menulis.."
Padahal, pas posting tulisan...Bagus-bagus bangeettt. Bohong kalian semua bohooongg!! Omong kosong kalian bilang ga bisa nulis..OMONG KOSOONGGG!! hahaha. Ga nyadar sendiri tulisannya pada dewa semua. Gue aja ngos-ngosan buat narasi dari gambar doang wkwk.
 photo 34.gif  photo 34.gif  photo 34.gif
Naahh, senin kemarin itu, adminnya posting gambar yang menurut gue susah bingits. Ini dia, gambarnya :
Azegedeww, gue kudu buat narasi macam mana pulaaa...
ARGGHH, setress sendiri.
#jedotinpala
 photo r3.gif  photo r3.gif  photo r3.gif
Temen-temen gue itu yang ngakunya pada ga bisa nulis, masa ga butuh waktu lama typing. Jadi grup itu rebutan typing. 'Doddy is typing' 'Rifqy is typing' 'Fitri is typing' 'Lilis is typing' 'Tutut is typing', 'Mahmuda is typing'... belasan orang is typing...terus pada posting... posting... posting... send... send...send... 
Bujubuneng~ Sementara gue cuman bengong mau nulis apaan. Liat gambarnya aja udah shock.

Mereka buatnya pada keren-keren Masya Allah. Ada yang pake teori-teori segala pula, ada yang pake doa-doa segala pula, ada yang ngungkapinnya sedih banget, sampe anak-anak yang di grup pada miris gitu bacanyaa. Lah guee?? Belom nulis...#kelautajadhir
 photo 28.gif  photo 28.gif  photo 28.gif
Tapi karena terus di dorong sama anak-anak grup, akhirnya gue berusaha keras mikir. Baru kelar jam sepuluh malem klo ga salah. Lama banget, yak? Harap maklum yaa, gue juga penulis masih belajar haha. Ngebuat cerita narasi, puisi, fiksi, itu belom jadi keahlian gue banget. Jadinya butuh loading lama buat ngumpulin feel sama idenya. Haduuhh, pusing pala berbie. Hufft.
 photo 33.gif  photo 33.gif  photo 33.gif

Okay, ini dia hasil karya gue berdasarkan gambar di atas :

Kakak di belahan dunia sana, 
setiap hari mendengar musik indah katanya, ya?
Aku juga setiap hari mendengar musik...
Musik bom-bom dan tembakan peluru di seluruh penjuru rumahku.
Musiknya punya dampak hebat, tidak hanya menggetarkan telinga,
rumahku juga ikut bergetar ketika musik itu menyala.
Bahkan ikut hancur karenanya.

Kakak di belahan dunia sana, 
yang punya beraneka macam mainan..
Mainan canggih yang berharga mahal.
Aku juga punya.
Mainanku murah, tak perlu di beli malah.
Cuma kerikil di depan rumah.
Tapi mainanku lebih canggih dari punya kakak, 
Cukup satu lemparan, kerikilku dapat melesat jauh,
melukai para penjahat berbadan besar yang memegang senapan pembunuh.

Kakak di belahan dunia sana,
katanya sering bermain polisi-polisian, ya?
Aku sering. Tiap hari malah.
Aku inginnya jadi polisi,
tapi pria besar itu bilang, 
peranku harus selalu jadi penjahat.
Aku boleh berlari, bersembunyi di manapun aku mau.
Tapi kalau tertangkap,
aku harus rela di bawa mereka pergi,
meninggalkan ibuku sendiri.
Jadi aku harus terus berlari,
bersembunyi seorang diri,
supaya tidak tertangkap seperti yang terjadi dengan kakakku sendiri.

Kakak di belahan dunia sana,
di saat aku sedang sedih sendiri,
sempat terbesit di pikiranku sekilas...hanya sekilas,
"Maukah kakak bertukar tempat denganku di sini? 
Sebentar saja...sebentar saja.."

hehe, maaf yaa..Perdana banget deh. Serius keringetan gue buatnya haha. Tapi karena udah di paksa buat kan ya, jadinya feelnya udah dapet gitu. Ntah kenapa jadi pengen buat lagi ahaha. Jadi, setengah jam kemudian, gue buat narasi baru. Agak sedikit lanjutan dari narasi sebelumnya sih...

Kakak di belahan dunia sana,
aku boleh bercerita?
Hari ini aku menangis.
Masjid kesayanganku di bom habis.
Sisa kertas-kertas Al-Qur'an yang ada di sana,
berterbangan tertiup angin.
Ingin sekali kukumpulkan semua serpihannya, 
agar menjadi Al-Qur'an yang utuh kembali...
Tapi terlalu banyak, kakak..
tangan kecil ini tak mampu mengumpulkan semuanya.
Sakit hati ini melihatnya.
Sisa-sisa Al Qur'an yang tersisa,
di injak-injak oleh lelaki berbadan besar di sana.
Jahat sekali mereka.
Aku harus apa?

Kakak di belahan dunia sana,
hari ini aku menangis lagi,
rumahku hancur terkena bom besar
yang datang dengan bunyi menyeramkan.
adikku yang masih bayi ada di dalam sana.
bersama ibuku yang memeluknya,
pergi meninggalkanku seorang diri di tengah malam sepi.

Kakak di belahan dunia sana,
hari ini aku berjalan masuk rumah sakit
sambil menutup mata.
Tak kuat aku melihat apa yang terjadi di dalam sini.
Darah di atas lantai rumah sakit ini,
sudah seperti lautan dalam berwarna merah.
Aku yang kecil ini, hampir tenggelam di dalamnya

Ummi, aku harus apa?
Aku takut...
Aku menangis lagi...
Aku cengeng, ya?
Tapi ibuku tidak bisa mendengar,
tidak bisa menghapus air mataku lagi dengan jemari lembutnya...
kakak ingat, ibuku meninggal kemarin malam..

Di saat aku merasa sendiri...
Di saat aku merasa sepi...
Bolehkah aku meminta kepada kakak yang tinggal di belahan dunia sebelah sana,
untuk datang ke sini, memelukku dengan hangat di sini?

Oke, fine. Malam itu, gue bangga sama diri gue sendiri. Bisa nulis narasi kayak gitu. Makasih OWOP atas acara rutin tiap seninnya... akhirnya gue bisa melakukan hal baru. O...WOP..YUUU FULLL POKOKYAAA #nyengirlebar 
 photo m032.gif  photo m032.gif  photo m032.gif

8 comments:

  1. terharu bacanya mbak nadhira

    ReplyDelete
  2. OWOP dibuka untuk umum ga Dhir ? :p

    ReplyDelete
  3. Azegedewww mbak Dhiraa :p *pinjem kata2nya* ehehe keren tauk!!

    ReplyDelete
  4. Melting deh mama bacanya.. Bukan cuma kerON tp pake Super Bingits. Kata siapa mbak Dhira gabisa nulis puisi sama fiksi,kayaknya kalo dipaksa pasti bisa juga bikin karya ilmiah yg berbobot gitu.. Ayo Nak terus semangat nulis..

    ReplyDelete
  5. Melting deh mama bacanya.. Bukan cuma kerON tp pake Super Bingits. Kata siapa mbak Dhira gabisa nulis puisi sama fiksi,kayaknya kalo dipaksa pasti bisa juga bikin karya ilmiah yg berbobot gitu.. Ayo Nak terus semangat nulis..

    ReplyDelete