Wednesday, 12 August 2015

[PUISI] Karena Kepo Setitik..


Rasa penasaran ini menggrogoti hatimu. Membangunkanmu dari tidurmu yang lelap, membangkitkan kegelisahan dalam hatimu yang tak kunjung tenang.

Inginmu sebenarnya sederhana.
Ingin tahu kabar terbaru yang dimilikinya. Jari-jarimu rasanya gatal ingin mengetahui kehidupannya. Tapi apa daya, kau sedang berusaha menahan diri untuk tidak membuka-buka media sosial miliknya.

Berhari-hari kau menahan diri, tampaknya hawa nafsumu berhasil memenangkan pertarungan ini. Rasa penasaranmu sudah sampai puncak tertinggi, kau buka semua media sosial miliknya, kau baca semua yang ia tulis di akunnya.

Dan luka lama di hatimupun terbuka kembali. Serpihan-serpihan hatimu yang berusaha kau satukan pelan-pelan—berserakan semakin sulit kau satukan lagi. Rasa bersalahpun mulai bermunculan. Hatimu menjerit, rasa sakit mulai bangkit.
Kau, sakit.

Tolonglah, jangan nodai hatimu dengan terus menerus penasaran akan dirinya. Waktunya belum tiba, cobalah untuk bertahan menjaga hati sampai saatnya tiba.

Karena sakitnya hatimu yang sekarang ini, kau yang membuatnya. Kau sebenarnya bisa menghindarinya kalau kau mau. Ingat, kalau kau mau.
Karena hidup itu pilihan. Kau dapat memilih untuk tetap sakit, menambah lukanya menjadi semakin menganga atau memilih mengobatinya.

Kalau kau lebih memilih mengobati hatimu, maka obatnya ada pada-Nya bukan padanya. Mendekatlah terus kepada-Nya, maka akan kau rasakan bedanya. Semoga hatimu selalu untuk-Nya bukan untuknya, ya :)

(Artikel tentang pembahasan ini dapat dibaca di : [ARTIKEL] Karena Kepo Setitik | http://www.nadhiraarini.com/2015/08/karena-kepo-setitik.html)

NB : I do not own this pic

No comments:

Post a Comment